Pengisian Jabatan Gubernur DIY, DPRD Tolak Akui Sabda Raja

Reporter

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X menyampaikan sambutan pada pembukaan Simposium Fishcrime kedua di Gedung Kesenian, Komplek Gedung Agung, Yogyakarta, 10 Oktober 2016. Ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua Simposium Fishcrime setelah sebelumnya diselenggarakan di Capetown, Afrika Selatan. TEMPO/Pius Erlangga

TEMPO.CO, Yogyakarta - Rapat final Panitia Khusus (Pansus) Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta di kantor Dewan Perwakilan Daerah DIY berlangsung alot, Senin, 24 Juli 2017.

Rapat dengan agenda verifikasi berkas persyaratan dan penetapan calon gubernur dan wakil gubernur itu berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 19.00 dengan tujuh kali masa skors karena perdebatan antaranggota panitia khusus.

Alotnya pembahasan dipicu belum selesainya polemik mengenai nama gelar Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono X yang hendak ditetapkan lagi sebagai gubernur periode 2017-2022.

"Kami berharap pihak Keraton mau mencabut Sabda Raja tahun 2015 lalu dengan Sabda Raja baru sebelum penetapan gubernur," ujar anggota Pansus DPRD, Sukarman.

Sukarman menuturkan Sabda Raja tahun 2015, yang salah satu poinnya mengubah nama gelar Sultan HB X dari Hamengku Buwono menjadi Hamengku Bawono, menimbulkan kebingungan terhadap penerapan Undang-Undang Keistimewaan DIY Nomor 13 Tahun 2012.

"Padahal, dalam Undang-Undang Keistimewaan jelas mengatur nama Buwono yang diakui, bukan Bawono seperti dalam Sabda Raja," ujar anggota Fraksi Golkar itu.

Hal yang lebih membingungkan, ujar Sukarman, adalah ketika perwakilan Keraton Yogyakarta menyerahkan berkas syarat pencalonan gubernur Sri Sultan HB X pada pekan lalu, yang diserahkan dokumen bukti penobatan HB X sebagai raja keraton pada 7 Maret 1989 silam. Dokumen bukti penobatan raja keraton ini sebagai salah satu syarat kelengkapan penetapan gubernur.

"Kalau yang dipakai (maju penetapan adalah penobatan) tahun 1989, artinya Sabda Raja dicabut? Kalau dicabut, sebaiknya juga melalui Sabda Raja atau setidaknya pernyataan tertulis," ujarnya.

Perwakilan Keraton dari Kawedanan Hageng Panitropuro Kanjeng Pangeran Hario Yudhahadiningrat atau yang akrab disapa Romo Nur menuturkan segala dokumen persyaratan calon gubernur yang sudah diserahkan keraton ke DPRD sudah benar.

"Kalau ada nama lain (Hamengku Bawono), silakan ditanyakan sendiri kepada beliau (Sultan)," katanya.

Pernyataan Romo Nur itu membuat Sukarman protes dengan lantang. Sebab, yang menandatangani berkas pencalonan gubernur adalah lembaga Panitropuro sendiri. Sukarman tak merasa puas dengan kehadiran Panitropuro Keraton karena tak bisa menjelaskan ihwal dua gelar nama Sultan itu.

Namun Romo Nur menyatakan nama ganda di lingkungan keraton adalah hal wajar. Misalnya, di luar keraton, cucu HB VIII dikenal dengan sapaan Romo Nuryanto. Namun di kompleks Keraton ia dikenal sebagai KPH Yudhahadiningrat.

"Bukan wewenang saya menjelaskan adanya nama lain beliau (Sultan HB X)," ucapnya.

Setelah perdebatan panjang soal gelar nama Sultan HB X itu, Pansus DPRD akhirnya menyepakati perlunya menanyakan lebih lanjut perihal nama yang diajukan untuk calon gubernur kepada Keraton. Sebab, kejelasan nama gelar Sultan mempengaruhi tiga poin persyaratan yang diajukan, yakni soal surat pencalonan sebagai gubernur, surat kesediaan pencalonan, dan surat pengukuhan Sultan HB X sebagai Raja Keraton.

Ketua DPRD DIY Youke Indra Agung Laksana mengakhiri rapat dengan mengesahkan dua berita acara. Berita acara pertama yang dinyatakan sah adalah verifikasi persyaratan calon gubernur dan wakil gubernur. Sedangkan berita acara kedua adalah penetapan Sri Sultan HB X sebagai calon gubernur dan Paku Alam X sebagai calon wakil gubernur DIY periode 2017-2022.

"Agenda selanjutnya pada Agustus nanti adalah mendengarkan visi-misi calon gubernur dan wakilnya," ujar Youke.

PRIBADI WICAKSONO






Sultan Hamengku Buwono X Soroti Tanah Kas Desa Dipakai Bangun Vila, Bukan Kembangkan Wisata

10 hari lalu

Sultan Hamengku Buwono X Soroti Tanah Kas Desa Dipakai Bangun Vila, Bukan Kembangkan Wisata

Sultan Hamengku Buwono X geram, tanah kas desa itu justru ada yang disewakan ke pihak luar desa, dengan memanipulasi tandatangannya.


Apa Kabar Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono?

17 hari lalu

Apa Kabar Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono?

Lokasi dan waktu pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono masih menunggu keputusan hasil pertemuan di Jakarta. Ini kata Kepala Kemenag Sleman.


Tren Covid-19 Yogya, Sultan HB X: Meningkat 10 Kali Lipat Kurang dari Sebulan

17 hari lalu

Tren Covid-19 Yogya, Sultan HB X: Meningkat 10 Kali Lipat Kurang dari Sebulan

Mulai awal November ini penambahan kasus Covid-19 baru di Yogyakarta semakin sering di atas 100 kasus per harinya.


Saat Sultan HB X Disambut Para Lurah di Bandara dan Stasiun

44 hari lalu

Saat Sultan HB X Disambut Para Lurah di Bandara dan Stasiun

Ratusan pamong dan lurah menggunakan baju adat Jawa berbaris rapi di pintu kedatangan untuk menyambut Sultan HB X.


Dilantik Jadi Gubernur DIY, Intip Koleksi Mobil Sri Sultan Hamengku Buwono X

48 hari lalu

Dilantik Jadi Gubernur DIY, Intip Koleksi Mobil Sri Sultan Hamengku Buwono X

Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi melantik Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ini koleksi mobilnya:


Pesan Jokowi saat Lantik Sultan HB X: Titip Harga Pangan dan Inflasi

48 hari lalu

Pesan Jokowi saat Lantik Sultan HB X: Titip Harga Pangan dan Inflasi

Jokowi ingin gubernur dan wakil gubernur yang baru dilantik hari ini segera kembali menjalankan tugas.


Presiden Jokowi Lantik Lagi Sultan HB X sebagai Gubernur DIY

48 hari lalu

Presiden Jokowi Lantik Lagi Sultan HB X sebagai Gubernur DIY

Presiden Jokowi pagi ini melantik Sultan HB X dan Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.


Alasan Sultan HB X Ingin Penanaman Kopi Gencar di Lereng Merapi

26 September 2022

Alasan Sultan HB X Ingin Penanaman Kopi Gencar di Lereng Merapi

Sultan Hamengku Buwono X menuturkan ada beberapa faktor positif jika aktivitas menanam kopi di lereng Merapi jadi prioritas.


Sapa Aruh, Sultan Hamengku Buwono X Beberkan Konsep Pengembangan Wisata Lewat Dana Keistimewaan

31 Agustus 2022

Sapa Aruh, Sultan Hamengku Buwono X Beberkan Konsep Pengembangan Wisata Lewat Dana Keistimewaan

Sultan HB X mengisyaratkan pemakaian Dana Keistimewaan yang bersumber dari APBN salah satunya bisa untuk membantu pengembangan wisata suatu daerah.


Konser Kamardikan Digelar, Saat Masyarakat Bisa Kembali Kunjungi Agenda Keraton Yogyakarta

30 Agustus 2022

Konser Kamardikan Digelar, Saat Masyarakat Bisa Kembali Kunjungi Agenda Keraton Yogyakarta

Sebanyak 750 pengunjung dihibur dengan penampilan apik konser yang diinisiasi divisi kesenian atau Kawedanan Kridhomardowo Keraton Yogyakarta itu.