Sidang Patrialis Akbar, Jaksa Menduga Anggita Dapat Aliran Suap  

Anggita Eka Putri wanita yang ditangkap bersama Patrialis Akbar keluar dari Gedung KPK Jumat (27/01) Pagi. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

TEMPO.COJakarta - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga sebagian dana yang diterima atau dijanjikan kepada mantan hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, mengalir ke Anggita Eka Putri, perempuan yang turut ditangkap bersama Patrialis pada 25 Januari 2017. Patrialis Akbar didakwa menerima suap sebesar US$ 70 ribu dan dijanjikan Rp 2 miliar oleh Basuki Hariman, pengusaha importir daging sapi.
 
Jaksa penuntut umum KPK, Lie Putra Setiawan, mengatakan kehadiran Anggita sebagai saksi hari ini, Senin, 24 Juli 2017, adalah untuk mengklarifikasi pemberian uang US$ 500, serta tawaran apartemen dan rumah.
 
"Kami hanya mengecek alur dana," kata Lie di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 24 Juli 2017.

Baca juga: Patrialis Sempat Ajak Anggita Lihat Rumah Sebelum Ditangkap KPK
 
Dalam sidang saksi yang dihadiri Anggita, hari ini, mantan pegawai di tempat golf itu mengaku pernah diberi uang, pakaian, dan mobil oleh Patrialis Akbar. Anggita juga mengaku pernah diberi uang US$ 500.
 
Selain itu, Anggita mengaku pernah ditawari apartemen di Jakarta oleh Patrialis. Sebelum Patrialis ditangkap, Anggita juga sempat diajak Patrialis melihat-lihat rumah di Cibinong. Menurut Anggita, rumah itu senilai Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.
 
Lie mengatakan pemberian uang serta tawaran apartemen dan rumah itu terjadi saat Patrialis kerap membahas uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 dengan Basuki Hariman. "Dari segi tempo itu mendekati, penerimaan dan pemberian kan sebelum (Patrialis) umrah (pada Desember 2016), angkanya juga sama," katanya.
 
Menurut Lie, perkenalan Patrialis dan Anggita tergolong singkat. Kenal pada September 2016 di kantor golf tempat kerja Anggita, lalu pada November 2016 Patrialis memberikan mobil, uang, dan pakaian kepadanya.

Simak pula: Suap Patrialis Akbar, Rekaman Ini Ungkap Terdakwa Merayu Hakim
 
Anggita tertangkap bersama Patrialis saat berada di Grand Indonesia pada 25 Januari 2017. Penangkapan itu disaksikan oleh ibu, anak, dan sepupu Anggita yang ikut serta. Perempuan yang kini bekerja sebagai customer experience di Jungle Land itu kabur saat ditanya apa hubungan dirinya dengan Patrialis Akbar.
 
Patrialis Akbar didakwa menerima suap dari Basuki Hariman agar memenangkan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Uang suap dari Basuki itu diberi secara bertahap melalui perantara Kamaludin.
 
MAYA AYU PUSPITASARI






Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

1 jam lalu

Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

Lukas Enembe dua kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Beralasan sakit.


Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

11 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.


Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

12 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Paulus Waterpauw mengusulkan ke KPK untuk tidak memberi izin Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke luar negeri.


Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

14 jam lalu

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

Publik mendesak eks Jubir KPK, Febri Diansyah, mengundurkan diri jadi pengacara Putri Candrawathi. Apakah kuasa hukum diperbolehkan menolak klien?


Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

16 jam lalu

Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

Wali Kota Ambon selama dua periode ini didakwa telah menerima suap dan atau gratifikasi dari sejumlah kepala dinas di Pemkot Ambon.


KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

16 jam lalu

KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

KPK memeriksa sejumlah pejabat dan karyawan Universitas Lampung (Unila) terkait tindak pidana suap yang melibatkan mantan Rektor Unila Karomani


KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

17 jam lalu

KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.


Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

18 jam lalu

Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

Partai Demokrat menyiapkan bantuan hukum untuk kadernya sekaligus Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang terjerat kasus korupsi oleh KPK.


Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

19 jam lalu

Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

20 jam lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.