Soal UU Pemilu dan Pilpres 2019. Prabowo Berniat Temui SBY

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto salami Presiden SBY sambil tertawa dalam acara open house di Istana Negara, Jakarta, 28 Juli 2014. TEMPO/Subekti

    Prabowo Subianto salami Presiden SBY sambil tertawa dalam acara open house di Istana Negara, Jakarta, 28 Juli 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto direncanakan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membahas persiapan menjelang Pemilu 2019.

    "Insya Allah dalam waktu dekat ini beliau akan ketemu pada waktu yang cocok," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senin 24 Juli 2017.

    Muzani mengatakan, bahwa meski pemilu masih dua tahun lagi, namun berdasarkan rancangan agenda Komisi Pemilihan Umum (KPU), setidaknya pada September 2018 sudah harus diumumkan koalisi pengusung capres dan cawapres.

    BACA: Oktober, Prabowo Deklarasi Menuju RI-1 

    "Kalau akhir tahun atau awal tahun depan sudah tergambar. Pembicaraan-pembicaraan yang mengarah ke sana sudah harus dilakukan mulai dari sekarang," ujar Muzani.

    Partai Demokrat mewacanakan mengusung putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres 2019, sedangkan Gerindra akan kembali mengusung Prabowo.

    Demokrat maupun Gerindra ingin agar ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold dihapus dalam pilpres. Dengan demikian, setiap parpol bisa mengusung sendiri pasangan capres-cawapres.

    BACA: Pilpres 2019, Jokowi dan Prabowo Berpeluang Kembali Bertarung

    Namun, dalam UU Pemilu yang baru disahkan, presidential threshold yang ditetapkan sebesar 20 persen kursi atau 25 persen suara secara nasional berdasarkan hasil Pemilu 2014. Dengan demikian, perlu ada koalisi untuk mengusung capres-cawapres.

    Sebelumnya, politisi Gerindra Nizar Zahro berkeyakinan apapun hasil UU Pemilu yang disepakati, dua capres yang sangat berpeluang untuk maju pada pemilu serentak 2019 adalah Prabowo dan Jokowi.

    Menurutnya, Gerindra mulai serius mempersiapkan Prabowo Subianto sebagai capres untuk berhadapan dengan Jokowi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.