Selasa, 17 Juli 2018

Hari Anak Nasional, Semarang Mewaspadai Cyber Crime pada Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Cyber Crime barang bukti saat rilis tiga kasus kejahatan dunia

    Tersangka Cyber Crime barang bukti saat rilis tiga kasus kejahatan dunia "online" di Mabes Polri, Jakarta, 30 Mei 2017. Kejahatan tersebut yaitu terdiri dari pornografi online, penipuan online, chat palsu, dan penyebar isu SARA. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Semarang- Dalam kaitan Hari Anak Nasional 2017, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mewaspadai kejahatan online atau cyber crime pada anak. Keberadaan anak di era modern itu dinilai paling rawan menjadi mangsa empuk bagi para predator untuk dijadikan pemuas nafsu dan bisnis perdagangan manusia lewat dunia maya.

    “Di era yang  serba modern dengan kemajuan teknologi  anak makin paling rawan jadi mangsa,”  kata   Kepala  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bambang Suranggono, Senin 24 Juli 2017.
    Baca : Hari Anak Nasional 2017, Menteri Yohana Bicara Hukuman Kebiri

    Bambang meyebutkan kemajuan tehknologi saat ini kadang tak diimbangi oleh  perlindungan terhadap anak dilakukan oleh para orang tua, fenomena itu dilihat dari adanya gadget berjenis ponsel pintar yang seolah dibutuhkan oleh setiap anak. “Namun justru bentuk kejahatan online (cyber crime) muncul di sini,” kata Bambang menambahkan.

    Sejumlah ancaman kejahatan dalam dunia maya bagi anak itu meliputi seluruh kegiatan yang bersifat negatif, mulai dari percakapan maupun foto baik secara sukarela ataupun paksaan.

    Bambang menjelaskan untuk menghindari hal itu lembaganya sengaja mengandeng Yayasan Setara yang selama ini memperhatikan terhadap anak  menggelar peringatan Hari Anak Nasional dengan tema Generasi Hebat! Cerdas dari Media dan Cerdas Bermedia.
    Simak juga : Hari Anak Nasional 2017, Presiden Jokowi: Jangan Membully Teman

    Dalam kegiatan ini, akan melibatkan kurang lebih 750 anak. Peserta yang mencakup pelajar siswa SD sampai dengan SMA di Kota Semarang, anak rentan turun ke jalan, anak panti dan anak disfabel ini akan disuguhkan berbagai macam acara, seperti; pentas seni, dialog bersama walikota, dan pembacaan Suara Anak oleh Forum Anak Kota Semarang di depan walikota beserta harapan-harapan mereka. 

    Bambang menyatakan acara itu sengaja digelar untuk menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif setiap individu, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas.

    “Agar masyarakat lebih peduli kepada anak terkait penggunaan media sosial, karena keluarga khususnya orang tua memiliki peran besar dalam melakukan pengawasan pada anak,” kata Bambang soal program antisipasi cyber crime di momentum Hari Anak Nasional pada 23 Juli kemarin.

    EDI FAISOL




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prancis Menjadi Juara Piala Dunia 2018, Mengalahkan Kroasia

    Tim Nasional Prancis mengangkat trofi Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia dengan skor 4-2 dan menorehkan pelbagai catatan menarik.