Sidang Eksepsi, Kenapa Miryam Optimistis Pembelaannya Diterima?

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Terdakwa pemberi keterangan palsu dalam perkara korupsi e-KTP, Miryam S. Haryani bersiap-siap menjalani sidang eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, 24 Juli 2017. TEMPO/Maya Ayu

TEMPO.COJakarta - Mantan anggota Komisi II DPR, Miryam S. Haryani, optimistis keberatannya akan diterima majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Politikus Hanura itu didakwa memberikan keterangan palsu dalam perkara korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP.
 
"Saya optimistis keberatan saya diterima," kata Miryam sebelum menjalani sidang eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jakarta Pusat, Senin, 24 Juli 2017.

Baca : 
Hakim ke Luar Kota, Sidang Eksepsi Miryam S Haryani Ditunda
KPK Putar Rekaman, Miryam: Orang Tertekan Tak Terlihat di Video
 
Menurut Miryam, fakta-fakta persidangan terdakwa e-KTP, Irman, bisa menjadi bukti dakwaan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadapnya tidak benar. "Melihat fakta persidangan saudara Irman, itu semua buyar, itu aja yang bikin saya optimistis," ucapnya.

Sejak memasuki ruang sidang, Miryam, yang mengenakan blazer batik kuning dan celana hitam, itu tampak percaya diri. Ia terlihat mengumbar senyum dan berpose genit kala fotografer mengerubunginya. "Saya sudah cantik belum? Saya dandan, lho," katanya sambil tertawa.
 
Sidang eksepsi Miryam dimulai pukul 10.40 WIB. Seluruh nota keberatan dibacakan kuasa hukum Miryam.
 
Dalam sidang sebelumnya, JPU mendakwa Miryam telah memberikan keterangan palsu saat bersaksi dalam sidang e-KTP. Penyebabnya adalah Miryam mencabut seluruh berita acara pemeriksaan saat di penyidikan dengan alasan ditekan oleh penyidik.
 
Miryam S. Haryani menyebut dakwaan itu tidak cermat. Sebab, ia merasa telah memberikan keterangan yang benar di pengadilan.
 
MAYA AYU PUSPITASARI








Surya Darmadi Kembali Sebut Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Mengada-Ada

16 hari lalu

Surya Darmadi Kembali Sebut Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Mengada-Ada

Surya Darmadi menyatakan dirinya seharusnya hanya mendapatkan sanksi administratif, bukan pidana.


Komisi Yudisial Diminta Pantau Persidangan Tipikor di Banjarmasin

22 April 2022

Komisi Yudisial Diminta Pantau Persidangan Tipikor di Banjarmasin

Berharap Majelis Hakim tidak dapat diintervensi oleh pihak-pihak yang beritikad jahat


Di Sidang Tipikor, Netanyahu Mengklaim Dirinya Dijebak

24 Mei 2020

Di Sidang Tipikor, Netanyahu Mengklaim Dirinya Dijebak

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berusaha tampil tak bersalah di sidang tindak pidana korupsi. Ia mengklaim polisi korup menjebaknya.


Surati Presiden dan DPR, KPK Minta UU Tipikor Direvisi

19 Desember 2019

Surati Presiden dan DPR, KPK Minta UU Tipikor Direvisi

Agus Rahardjo menilai, UU Tipikor sebenarnya lebih penting dibandingkan UU KPK.


KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru, Ini Lika-Liku Korupsi E-KTP

14 Agustus 2019

KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru, Ini Lika-Liku Korupsi E-KTP

KPK pertamakali menetapkan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP pada 2014. Sudah ada 12 tersangka.


Begini Peran 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi E-KTP

13 Agustus 2019

Begini Peran 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi E-KTP

Empat tersangka baru kasus korupsi E-KTP punya peran masing-masing. Salah satunya Miryam yang meminta uang dengan kode jajan.


Sidang E-KTP Agendakan Vonis untuk Made Oka dan Irvanto Sore Ini

5 Desember 2018

Sidang E-KTP Agendakan Vonis untuk Made Oka dan Irvanto Sore Ini

Dalam sidang e-KTP, jaksa menyatakan Made Oka Masagung dan Irvanto terbukri merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun


Keponakan Setya Novanto Dituntut 12 Tahun Penjara di Kasus E-KTP

6 November 2018

Keponakan Setya Novanto Dituntut 12 Tahun Penjara di Kasus E-KTP

Menurut jaksa, keponakan Setya Novanto itu terbukti mengintervensi proses lelang proyek e-KTP dengan memenangkan perusahaan tertentu.


Keponakan Setya Novanto Bantah Ada Kode Miras dalam Korupsi E-KTP

23 Oktober 2018

Keponakan Setya Novanto Bantah Ada Kode Miras dalam Korupsi E-KTP

Sebelumnya, terungkap fakta adanya nama minuman keras yang dijadikan kode untuk membagikan uang dari imbalan proyek e-KTP.


Bantah Keterangan Saksi, Hakim Tegur Keponakan Setya Novanto

23 Oktober 2018

Bantah Keterangan Saksi, Hakim Tegur Keponakan Setya Novanto

Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, dianggap membantah tanpa mengungkapkan bukti atau alibi.