Jokowi Berkunjung ke UGM, dari Bernostalgia hingga Memberi Kuis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI, Joko Widodo berfoto dengan dengan delegasi Apeksi usai menutup Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XII di hotel Savana, Malang, Jawa Timur, 20 Juli 2017. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Presiden RI, Joko Widodo berfoto dengan dengan delegasi Apeksi usai menutup Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XII di hotel Savana, Malang, Jawa Timur, 20 Juli 2017. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kedatangan Presiden Joko Widodo  (Jokowi) ke Universitas Gadjah Mada, Sabtu, 22 Juli 2017, sempat diisi dengan  kenangannya saat masih menjadi mahasiswa di kampus biru tersebut.

    Alumnus Fakultas Kehutanan  UGM itu mengaku mengingat sesuatu saat memasuki halaman Balairung atau Kantor Pusat UGM yang berada di sisi utara dan menjadi lokasi penyampaian pidato kuncinya dalam Kongres Pancasila IX itu.

    Baca: Pesan Presiden Jokowi kepada Generasi Y: Saya Pancasila    

    “Ingat kalau pagi-pagi datang dan kuliah belum dimulai, saya belajar di bawah pohon itu,” kata Jokowi sambil menunjuk sebuah pohon tinggi nan rindang di halaman. Mahasiswa UGM yang hadir pun bertepuk tangan.
     
    “Kalau enggak, di tangga Balairung ini,” kata Jokowi sambil menunjuk anak-anak tangga yang memanjang dan melengkung di belakangnya. “Makanya kalau mau jadi presiden, belajarlah di situ. Itu tangga keramat,” kata Jokowi yang langsung disambut tawa peserta yang hadir.
     
    Di UGM Jokowi pun cukup banyak menghabiskan waktu untuk bersalaman dan berfoto dengan peserta paduan suara yang terdiri dari pelajar sekolah dasar, SMP, dan SMA. Tidak ketinggalan bersalaman dengan mahasiswa UGM yang datang sembari mengenakan jas almamaternya.

    Simak: Cerita Pertemuan Jokowi dengan Presiden Afganistan

    Bahkan sesi memberi kuis juga diberikan Jokowi kepada mahasiswa. Namun hanya satu mahasiswa yang dipilih. Namanya Hari Kusnanto Boeboe dari Wonogiri. Jokowi meminta mahasiswa itu menyebutkan 10 suku di Indonesia. “Kalau daerah lain saya minta lima. Kalau di sini 10,” kata Jokowi.
     
    Enam nama suku disebut Boeboe, demikian panggilan mahasiswa itu, dengan lancar. Jawa, Betawi, Sunda, Batak, Dayak dan Minang. Namun suku ketujuh dia berhenti untuk berpikir.
     
    “Dani, Asmat,” lanjut Boeboe lagi. Namun dia kembali berhenti. “Bentar, Pak. Maluku."

    Lihat: Didukung PPP dalam Pilpres 2019, Ini Tanggapan Jokowi  

    “Enggak,” ucap Jokowi karena jawaban Boeboe salah. Jokowi pun membantu dengan memberikan clue. Seperti nama suku di sebuah pulau sebelah Surabaya. Juga nama suku di Sulawesi Selatan yang suka berlayar. Clue itu dijawab Boeboe dengan benar, yakni Madura dan Bugis.
     
    Setelah tuntas menjawab, Boeboe tak segera beranjak dari panggung. “Enggak dapat sepeda, Pak?” kata Boeboe lugu.

    Jokowi dan hadirin tertawa lantaran memang tak ada sepeda yang disiapkan dalam acara itu. “Nanti saya kirim satu sepeda. Itu dicatat,” kata Jokowi meminta kepada ajudannya. Boeboe pun turun panggung dengan senyum lega.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.