Dua Hari Terakhir Gunung Sinabung Erupsi 9 Kali, Status 'Awas'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melihat saat gunung Sinabung mengeluarkan material vulkanik ketika erupsi dilihat dari Desa Raja Payung, Karo, Sumatera Utara, 31 Agustus 2016. Status Awas gunung Sinabung ditandai dengan erupsi dan lava pijar yang mengalir di lereng gunung. ANTARA FOTO

    Seorang warga melihat saat gunung Sinabung mengeluarkan material vulkanik ketika erupsi dilihat dari Desa Raja Payung, Karo, Sumatera Utara, 31 Agustus 2016. Status Awas gunung Sinabung ditandai dengan erupsi dan lava pijar yang mengalir di lereng gunung. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Medan - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat Gunung Sinabung di Kabupaten Karo mengalami erupsi sampai sembilan kali dalam dua hari terakhir.

    Dalam pesan singkat yang diterima di Medan, Sabtu, 22 Juli 2017, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutop Purwo Nugroho mengatakan, pada Kamis, 20 Juli 2017 terjadi dua kali erupsi Gunung Sinabung, sedangkan pada Jumat, 21 Juli 2017 erupsi terjadi tujuh kali.

    Baca juga:

    Gunung Sinabung Terus Meletus, Relokasi Warga Terhambat  

    Pada Kamis tersebut, erupsi pertama terjadi pada pukul 17.46 WIB yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 3.500 meter dan menimbulkan gempa erupsi selama 346 detik. Sedangkan erupsi kedua terjadi pada pukul 23.00 yang juga mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian kolom 3.500 meter dan gempa erupsi selama 357 detik.

    Kemudian, pada Jumat terjadi erupsi pada pukul 09.55 WIB yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi 1.300 meter dan gempa erupsi selama 249 detik. Selanjutnya, terjadi lagi erupsi pada pukul 10.17, pukul 11.03, pukul 17.31, pukul 17.54, pukul 19.59, dan pukul 23.08.

    Baca pula:
    Gunung Sinabung Diperkirakan Berhenti Meletus 3 Tahun Lagi


    Banjir Lahar Gunung Sinabung Rusak Lahan Pertanian  

    Dari serangkaian kondisi itu, BNPB menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih tinggi dan masih diberlakukan Status "Awas".

    BNPB merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak, dalam jarak tujuh km untuk sektor selatan-tenggara, jarak enam km untuk sektor tenggara-timur, serta jarak empat km untuk sektor utara-timur.

    Masyarakat yang beraktivitas dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diingatkan agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar hujan.Kondisi itu karena telah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai agar waspada karena bendungan itu sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga berpotensi mengakibatkan banjir lahar atau banjir bandang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.