UU Pemilu Inkonstitusional, PUSaKO Unand Akan Gugat ke MK

Anggota DPR meninggalkan ruang sidang (Walk Out) sebelum pengambilan keputusan pengesahan RUU Pemilu pada Rapat Paripurna ke-32 di Gedung Nusantara II, Jakarta, Jumat (21/7) dini hari. Empat fraksi yang memutuskan walk out yaitu PKS, Gerindra, PAN, dan Demokrat, termasuk tiga pimpinan DPR seperti Fadli Zon (Gerindra), Taufik Kurniawan (PAN), serta Agus Hermanto (Demokrat). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Padang - Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas akan melakukan uji materi terhadap Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang baru saja disahkan dalam rapat paripurna DPR Jumat dini hari, 21 Juli 2017. PUSaKO menilai beberapa pasal yang terdapat dalam UU Pemilu itu inkonstitusional.

"Kami segera melakukan pengujian. Terutama terhadap pasal tentang presidential treshold 20-25 persen, penentuan dapil (daerah pemilihan), dan lain-lain," ujar Direktur PUSaKO Feri Amsari kepada Tempo, Jumat, 21 Juli 2017.

Baca juga: Mendagri Persilakan UU Pemilu Diujimaterikan di MK

Feri mengatakan, ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) dalam UU Pemilu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 6A (2) UUD 1945 menyebutkan, pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum, sebelum dilaksanakannya pemilihan umum. Artinya, seluruh partai yang terdaftar sebagai peserta pemilu dapat mencalonkan pasangan calon.

Ambang batas pencalonan juga bertentang dengan Pasal 28 D (3) UUD 1945. Feri Amsari menilai menurut pasal itu, setiap warga negera berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintah.

Menurutnya, presidential treshold tidak saja melanggar konstitusi atau inskonstitusional, juga tidak sesuai dengan konsep pemilu serentak. Sebab, kata dia, alat ukurnya tidak jelas.

Simak pula: Gerindra Akan Ajukan Uji Materi UU Pemilu ke MK

"Masak alat ukuranya adalah hasil pemilu yang lampau. Bagaiamana jika malah partai pemenang pemilu yang lalu tidak populis saat ini. Masak partai tidak populis itu yang dapat mencalonkan presiden di masa saat ini," ujar lulusan William and Mary Law School, Williamsburg, Virginia, Amerika Serikat itu.

Sebelumnya, rapat paripurna pada Jumat dinihar, 21 Juli 2017,i menyetujui RUU Pemilu untuk disahkan menjadi undang-undang secara aklamasi. Meskipun dalam prosesnya diwarnai aksi walk out Fraksi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat.

"Tadi kami ketahui bersama dengan total 539 yang pro dengan opsi A 322, sementara opsi B 217. Karena mempunyai pemikiran berbeda, maka kami putuskan bahwa opsi A secara aklamasi disetujui. Apakah setuju?" kata Ketua DPR Setya Novanto dalam rapat paripurna.

Lihat juga: RUU Pemilu Disahkan, Jusuf Kalla: Pemerintah Ingin Konsisten

Semua anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna menyatakan setuju, lalu Setya mengetuk palu tanda disetujui. Paket A dalam UU Pemilu adalah ambang batas presiden 20/25 persen, ambang batas parlemen 4 persen, sistem pemilu terbuka, jumlah kursi 3-10, dan konversi suara saint lague murni.

ANDRI EL FARUQI






Kemenkumham Beri Penghargaan kepada Universitas Andalas, Top 10 Permohonan Paten Perguruan Tinggi 2022

16 hari lalu

Kemenkumham Beri Penghargaan kepada Universitas Andalas, Top 10 Permohonan Paten Perguruan Tinggi 2022

Universitas Andalas meraih penghargaan dari Kemenkumham untuk jumlah permohonan paten tertinggi di Indonesia kategori Perguruan Tinggi 2022.


Viral Dugaan Intimidasi di Asrama Mahasiswa, Rektor Unand: Evaluasi Akan Dilakukan Segera

38 hari lalu

Viral Dugaan Intimidasi di Asrama Mahasiswa, Rektor Unand: Evaluasi Akan Dilakukan Segera

Kasus mahasiswa Unand yang celananya dipotong viral. Rektor Unand Yuliandri menegaskan akan melakukan evaluasi soal pembinaan di asrama.


Acara Exploring Mandeh Himpun 2,1 Ton Sampah di Pantai Purus

23 Agustus 2022

Acara Exploring Mandeh Himpun 2,1 Ton Sampah di Pantai Purus

Kegiatan di Pantai Purus menjadi bagian dari Aksi Bulan Cinta Laut.


12 Guru Besar Perempuan Sumbang Pemikiran untuk Peternakan di Indonesia

18 Agustus 2022

12 Guru Besar Perempuan Sumbang Pemikiran untuk Peternakan di Indonesia

Bedah buku milik para guru besar itu digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas pada hari ini, Kamis 18 Agustus 2022.


Melawat ke Padang? 7 Destinasi Wisata Kota Padang yang Wajib Dikunjungi

8 Agustus 2022

Melawat ke Padang? 7 Destinasi Wisata Kota Padang yang Wajib Dikunjungi

Padang tak hanya dikenal dengan kenikmatan makanannya, tapi destinasi wisata Kota Padang juga dikenal indah yang memanjakan mata.


Hari Ini Kota Padang Ulang Tahun ke 353, Berikut 8 Keunikannya

7 Agustus 2022

Hari Ini Kota Padang Ulang Tahun ke 353, Berikut 8 Keunikannya

Rumah Makan Padang yang dapat dijumpai di penjuru daerah di Indonesia malahan tak akan ditemui di kotanya sendiri, Kota Padang.


7 Agustus 1669 Kelahiran Kota Padang, Mengingat Lagi Perlawanan Rakyat Minangkabau Lawan Belanda

7 Agustus 2022

7 Agustus 1669 Kelahiran Kota Padang, Mengingat Lagi Perlawanan Rakyat Minangkabau Lawan Belanda

Awalnya, Kota Padang hanyalah perkampungan nelayan di muara Batang Arau. Setelah Belanda masuk di bawah VOC, kawasan ini pun menjadi pelabuhan ramai.


Bongkar Makam untuk Autopsi Ulang Brigadir J Pagi Ini, Libatkan RSPAD Gatot Subroto dan Angkatan Laut

27 Juli 2022

Bongkar Makam untuk Autopsi Ulang Brigadir J Pagi Ini, Libatkan RSPAD Gatot Subroto dan Angkatan Laut

Makam Brigadir J, Nofriansyah Yosua Hutabarat akan dibongkar (ekshumasi), Rabu pagi ini. Pembongkaran ini untuk autopsi ulang Brigadir J


60 Persen Penduduk Kota Padang di Zona Tsunami, Siapkan Kelurahan Siaga Bencana 2022

26 Juli 2022

60 Persen Penduduk Kota Padang di Zona Tsunami, Siapkan Kelurahan Siaga Bencana 2022

60 persen dari sekitar sejuta penduduk Kota Padang bertempat tinggal di zona merah tsunami. Pemko siapkan edukasi Kelurahan Siaga Bencana 2022.


Musim Kemarau Buaya Berperilaku Tak Biasa, Hindari Habitatnya, Kalau Bertemu Lakukan ini

14 Juli 2022

Musim Kemarau Buaya Berperilaku Tak Biasa, Hindari Habitatnya, Kalau Bertemu Lakukan ini

Pemicu perilaku tak biasa dari buaya berasal dari gangguan alam dan manusia. Apa yang harus dilakukan jika bertemu buaya?