Pemain Sriwijaya FC Menjadi Tersangka Kasus Perkosaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com

    Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com

    TEMPO.CO, Palembang - Seorang pemain klub profesional Sriwijaya FC dilaporkan ke polisi atas tuduhan penganiayaan dan perkosaan terhadap seorang remaja berusia 16 tahun, Kamis, 20 Juli 2017.

    Pemain belakang Sriwijaya FC berinisial MSM saat ini diamankan di Kepolisian Resor Kota Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Korban IR,  melapor bahwa dirinya telah diperkosa di salah satu hotel kawasan Komplek Ilir Barat I Palembang. MSM diduga melakukan hal tersebut karena mabuk akibat pesta minuman keras bersama enam temannya.

    Baca juga:

    Kasus Pemerkosaan WNI di Kamboja, Ini Langkah Kemlu  

    "Kami sedang periksa MSM bersama enam teman lainnya. Namun untuk MSM sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolsek Ilir Barat I Kompol Handoko Sanjaya. Ia mengatakan dari pemeriksaan kuat dugaan pemerkosaan dan penganiayaan itu dilakukan tersangka lantaran terpengaruh minuman keras.

    Penangkapan MSM berawal dari laporan keluarga korban yang tidak terima atas kejadian tersebut.  Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengakui saat ini korban masih diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Palembang.

    Baca pula:

    Korban Depresi, Polisi Kesulitan Usut Kasus Perkosaan Santriwati

    "Kami (Polresta Palembang) sudah mengambil alih kasus ini. Kami sedang periksa yang bersangkutan dan mendalami laporan korban," kata dia.

    Korban pun saat ini juga masih dalam pemeriksaan, termasuk saksi-saksi yang mengetahui adanya pemerkosaan itu. Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris mengatakan, hingga kini pihaknya masih mendalami kasus ini.  "Kami mau pastikan dulu kasusnya, nanti jika ada info akan kami kabarkan," kata Haris melalui pesan singkat kepada ANTARA.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.