Forum Anak Nasional di Pekanbaru Mengangkat Isu Kebhinekaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta membuat karya tulis dalam acara memperingati Hari Anak Nasional di Jambore Sahabat Anak di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, 30 Juli 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Peserta membuat karya tulis dalam acara memperingati Hari Anak Nasional di Jambore Sahabat Anak di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, 30 Juli 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Forum Anak Nasional  2017 di Kota Pekanbaru, Riau mengangkat tema kebhinekaan dan keberagaman. Sebanyak seribu anak dari penjuru nusantara bersatu dalam satu wadah diskusi untuk memecahkan persoalan deskriminasi dan perbedaan yang saat ini marak terjadi di Indoensia.

    "Ini sebagai simbol pergerakan menolak perbedaan dan diskriminasi," kata Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny Rosalin, Rabu malam, 19 Juli 2017.

    Forum Anak Nasional diselenggarakan selama empat hari mulai Rabu, 19 Juli 2017 hingga Minggu, 23 Juli 2017, di Hotel Labersa, Pekanbaru. Lenny berujar anak-anak yang berasal dari 34 provinsi membaur satu sama lain, saling bertukar pikiran menghasilkan satu aspirasi untuk mempererat tali persaudaraan dan cinta tanah air.

    Baca: Jokowi Dijadwalkan Rayakan Hari Anak Nasional di Riau

    Forum, kata dia, diharapkan mampu merangsang keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan sesuai kebutuhan mereka. Hasil diskusi nantinya dirangkum dalam satu suara Anak Indonesia 2017 yang akan dibacakan dihadapan Presiden RI Joko Widodo pada puncak Hari Anak Nasional di Riau. "Suara mereka akan kami dengar sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan dalam program pemerintah," katanya.

    Menurut Lenny, isu keberagaman dinilai tepat dibahas dalam forum anak tahun ini menyusul maraknya aksi deskriminasi, bullying dan radikalisme belakangan ini. Dengan demikian, forum yang menyatukan anak Indonesia dari berbagai daerah ini diharapkan mampu membangkitkan semangat persatuan sejak dini.

    Simak: Ini 12 Tuntutan Forum Anak Nasional untuk Menteri Yohana

    "Forum ini sebagai perekat anak dari sabang sampai merauke, menolak perbedaan, sehingga tidak ada desktiminasi, saling memusuhi karena perbedaan ras dan agama. Kita akan satukan mereka," ujarnya.

    Forum Anak Nasioanal bakal didampingi para pakar dan narasumber yang ahli dibidangnya masing-masing sehingga mampu memberikan pengalaman dan ilmu pengetahuan bagi anak Indonesia dalam mengambil keputusan. Diharapkan anak-anak mampu menjadi agen perubahan sekaligus berperan sebagai pelopor dan pelapor pada suatu masalah bangsa untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.

    "Mereka bagian dari solusi, suara anak sangat berarti, proses partisipasi anak sangat dibutuhkan karena suara mereka murni tanpa ada intervensi," ucapnya.

    Lihat: Dalam Setahun, KPAI Terima 930 Pengaduan Pelanggaran Hak Anak

    Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi menilai forum anak perlu dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan semangat NKRI terhadap anak sejak dini. Anak perlu mengetahui bahwa Indonesia syarat dengan keberagaman yang perlu disatukan untuk keutuhan bangsa. "Mereka ini aset bangsa, rasa persatuan harus dipupuk saat usia dini," ujarnya.

    Forum Anak Nasional 2017 merupakan satu dari rangkaian Hari Anak Nasional di Provinsi Riau. Presiden RI Joko Widodo direncanakan hadir pada malam puncak, Minggu, 23 Juli 2017. Pemerintah bakal memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang ramah terhadap anak.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.