Cerita Sudirman Said Soal Dibalik Alasan Maju ke Pilgub Jateng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sudirman Said. dok.TEMPO

    Sudirman Said. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Brebes - Sudirman Said, Bekas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkap alasan kenapa dirinya akhirnya maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2018 mendatang. Menurut Sudirman, sejak melepas jabatan sebagai menteri, ada sejumlah kolega yang meminta Sudirman untuk menjajaki dunia politik di Jawa Tengah.

    “Ada beberapa sahabat, baik di partai politik, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), akademisi, dan sebagian pengusaha, yang sejak dulu berteman, meminta saya mempertimbangkan kemungkinan. Apakah bisa ikut dalam kontestasi politik terutama Pilgub Jateng,” ujar Sudirman Said, Kamis 20 Juli 2017.

    Baca: Maju di Jawa Tengah, Sudirman Said Bertemu Prabowo Subianto

    Sudirman mengaku tidak bisa menolak tawaran itu. Menurutnya, sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di desa dan banyak dibantu negara, dia merasa punya tanggung jawab untuk melaksanakan itu.

    “Saya merasa sejak kecil jadi orang desa yang dibantu negara. Tidak pernah sekalipun saya menolak tugas publik,” kata Sudirman yang asli Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes itu.

    Sudirman mengatakan tidak peduli ukuran jabatan, mau menteri gubernur, Direktur BUMN, atau orang biasa sekalipun. "Jadi saya sikapi itu sebagai kepercayaan sehingga terus menjajaki," katanya.

    Baca: Cerita Politikus PAN Soal Safari Politik Sudirman Said

    Hingga kini, Sudirman Said terus melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai. Selain tiga partai seperti PKS, Gerindra, dan PAN, Sudirman juga menjajaki komunikasi dengan PKB dan NasDem.

    “Saya kenal baik dengan Cak Imin, Marwan Jafar, kami bangun komunikasi juga. Begitu juga dengan partai lain seperti NasDem,” ujar Sudirman.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.