Pembahasan RUU Pemilu Alot, Rapat Paripurna Diskors 2 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rapat paripurna penentuan keputusan RUU Pemilu di Gedung Nusantara II DPR RI, 20 Juli 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Suasana rapat paripurna penentuan keputusan RUU Pemilu di Gedung Nusantara II DPR RI, 20 Juli 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Paripurna DPR dengan agenda pengambilan keputusan atas lima isu krusial dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu atau RUU Pemilu ditunda selama dua jam untuk istirahat sekaligus memberikan kesempatan fraksi-fraksi melakukan lobi.

    "Atas keputusan bersama, rapat dilanjutkan dengan musyawarah mufakat untuk lobi-lobi. Rapat diskors selama dua jam," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat memimpin rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis, 20 Juli 2017.

    Baca: Paripurna DPR Bahas RUU Pemilu, 534 dari 560 Legislator Hadir

    Fadli Zon juga meminta fraksi-fraksi partai untuk mengirimkan dua orang wakilnya untuk ikut lobi.

    Rapat paripurna RUU Pemilu yang dijadwalkan mulai berlangsung pukul 09.00 molor dua jam. Penyebabnya, sejumlah fraksi melakukan pertemuan internal sebelum paripurna.

    Sebelum rapat diskors, fraksi-fraksi diberikan kesempatan menyampaikan pandangannya. Lima fraksi, yaitu Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PAN, dan Fraksi PKB, meminta dilakukan lobi dan musyawarah sebelum diambil keputusan terkait RUU Pemilu.

    Baca juga: Berstatus Tersangka, Setya Novanto Hadiri Paripurna RUU Pemilu

    Sementara itu, lima fraksi lain, yaitu Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PPP, Fraksi Partai Nasdem, dan Fraksi Partai Hanura, meminta agar segera diambil keputusan RUU Pemilu, bahkan kalau perlu dilakukan dengan pemungutan suara atau voting.

    ANTARA | YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.