Jadi Kasetpres, Heru Budi Langsung Mendampingi Presiden Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Heru Budi Hartono dilantik sebagai Kepala Sekretariat Presiden yang baru, menggantikan Darmansjah Djumala. TEMPO/Istman/

    Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Heru Budi Hartono dilantik sebagai Kepala Sekretariat Presiden yang baru, menggantikan Darmansjah Djumala. TEMPO/Istman/

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai dilantik menjadi Kepala Sekretariat Presiden yang baru, mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemprov DKI Jakarta Heru Budi Hartono langsung bertugas. Tugas pertamanya adalah mendampingi Presiden Joko Widodo dalam melakukan kunjungan kerja.

    "Saya akan ikut mendampingi bapak Presiden Joko Widodo hari ini," ujar Heru saat ditanyai tugasnya usai pelantikan, Kamis, 20 Juli 2017.

    Baca: Heru Budi Bantah Jadi Kepala Setpres Karena Dekat Jokowi

    Presiden Joko Widodo, hari ini diagendakan berkunjung ke Jawa Timur. Tepatnya, ia akan terbang ke Malang dalam rangka kunjungan kerja pada pukul 11.00 nanti.

    Heru Budi menambahkan bahwa dirinya juga akan mengikuti rapat koordinasi dahulu di kompleks Istana Kepresidenan. Setelah itu, baru ia bertolak ke bandara Halim Perdana Kusuma untuk bergabung ke rangkaian kegiatan Presiden Joko Widodo.

    Ditanyai soal tugas ia ke depan yang akan semakin luas dan berat, Heru optimistis bisa bekerja sebaik mungkin. Heru Budi mengatakan bahwa dirinya akan meningkatkan koordinasi dengan pejabat-pejabat Istana Kepresidenan lainnya untuk memuluskan transisi dari jabatan lamanya ke jabatan baru.

    Baca: Resmi Jadi Kasetpres, Heru Budi Ternyata Lulus dengan Skor Tinggi

    "Tantangan ke depan pasti akan lebih besar, lebih banyak lagi, harus saya lakukan dengan cepat dan baik," ujar Heru Budi.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.