Tuan Rumah Rakernas Apeksi, Kota Malang Dituding Boros Anggaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta dari Balikpapan saat mengikuti Pawai Budaya Nusantara dalam rangkaian Rakernas Apeksi XII di Malang, Jawa Timur, 19 Juli 2017. Kegiatan ini di ikuti oleh 3.600 peserta dari perwakilan 98 kota di Indonesia. Foto: Aris Novia Hidayat

    Sejumlah peserta dari Balikpapan saat mengikuti Pawai Budaya Nusantara dalam rangkaian Rakernas Apeksi XII di Malang, Jawa Timur, 19 Juli 2017. Kegiatan ini di ikuti oleh 3.600 peserta dari perwakilan 98 kota di Indonesia. Foto: Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Malang Corruption Watch (MCW) menuding Pemerintah Kota Malang melakukan pemborosan selama menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Aspeksi). Rakernas Apeksi dilaksanakan tiga hari di sebuah hotel di Malang. Total pemborosan anggaran diprediksi mencapai Rp 15,7 miliar.

    Dana tersebut dihitung dari biaya penginapan untuk sekitar 5 ribu peserta. Sesuai buku panduan Rakernas Apeksi, Pemerintah Kota Malang dibebani untuk biaya hotel. "Belum lagi biaya transportasi, gala dinner dan kegiatan lain," kata badan pekerja MCW, Atha Nursasi, Rabu 19 Juli 2017.

    Rinciannya, digunakan membiayai kamar hotel selama tiga hari sebanyak 98 Wali Kota dan Ketua Penggerak PKK. Masing-masing biaya hotel sekitar Rp 1,5 juta. Serta biaya penginapan untuk 5 ribu partisipan lain dengan tarif Rp 1 juta selama tiga hari.

    MCW mengkritis agenda kegiatan sebatas seremonial belaka. Tanpa ada aktifitas yang berguna bagi tata kelola dan sistem pemerintahan yang lebih baik. Seperti pameran produk unggulan, pawai budaya nusantara dan gala dinner. "Hanya satu hari yang menjadi agenda utama Rakernas Apeksi," ujar Atha.

    Untuk itu, MCW menuntut transparansi penggunaan anggaran selama rakernas Apeksi. MCW meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk semakin kritis dan mengawasi anggaran Pemerintah Kota Malang. "Pengawasan lemah sehingga Wali Kota leluasa memainkan politik anggaran," ujarnya.

    Sementara selama ini anggaran pendidikan dan kesehatan belum memadai. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (DPRD) Kota Malang 2017 sebesar Rp 1,7 triliun anggaran pendidikan hanya tujuh persen. Selama setahun anggarannya sekitar Rp 120 miliar. Anggaran kesehatan juga setara dengan dana pendidikan.

    MCW juga memaparkan terjadi dugaan korupsi dalam pengadaan mobil dinas yang diduga kerugiannya mencapai Rp 7 miliar. Wali Kota Malang Mochamad Anton menilai jika Rakernas Apeksi tergolong besar untuk meningkatkan perekonomian di Malang.

    Setiap rombongan Wali Kota membelanjakan banyak uang untuk belanja kuliner, dan oleh-oleh khas Kota Malang. Selain itu, juga berbagai aktivitas perekonomian yang mampu menggerakkan ekonomi keraktatan. "Banyak Wali Kota yang belanja dan studi banding di Malang selama Rakernas Apeksi," katanya.

    Rakernas Apeksi diselenggarakan selama tiga hari 18-20 Juli 2017. Pembukaan dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan ditutup Presiden Joko Widodo, Kamis 20 Juli 2017.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.