Kamis, 15 November 2018

Mendagri Resmikan Kampung Konservasi Glintung Go Green di Malang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lampu berbentuk bunga matahari menghiasi taman alun-alun Tugu Malang, Jawa Timur, 29 April 2015. Pemerintah Kota Malang memasang sebanyak 34 lampu berbentuk bunga Matahari yang di ekspor dari Cina. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Lampu berbentuk bunga matahari menghiasi taman alun-alun Tugu Malang, Jawa Timur, 29 April 2015. Pemerintah Kota Malang memasang sebanyak 34 lampu berbentuk bunga Matahari yang di ekspor dari Cina. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meresmikan kampung konservasi Glintung Go Green (3G). Tjahjo membubuhkan tanda tangan di atas prasasti sebagai bentuk peresmian kampung korservasi di kawasan perkotaan tersebut.

    "Diam-diam, saya kemarin ke sana," kata Tjahjo di sela-sela pembukaan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Malang, Rabu 19 Juli 2017.

    Dia menilai kampung konservasi 3D menarik dan berhasil memberdayakan masyarakat. Dalam proses pembangunan kampung konservasi, katanya, berhasil menggandeng peran serta masyarakat.

    "Wali Kota juga harus turut berperan," katanya. Wali Kota Malang Mochammad Anton mengakui jika kawasan perkampungan tumbuh dan bergeliat di Malang. Di Malang sebanyak 78 kampung tematik. Setiap kampung memiliki keunggulan dan potensi yang kuat.

    "Kuncinya di komunikasi. Masyarakat bergerak dan berinovasi," katanya. Saat ini, kata Anton, banyak daerah yang belajar menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kawasan. Sejumlah pimpinan daerah di sela-sela Apeksi akan meninjau dan belajar di Kota Malang.

    "Pejabat dalam negeri dan luar negeri banyak yang belajar ke sini," ujar Anton.
    Kampung yang berada di RW 23 Kelurahan Purwantoro, Blimbing ini mendapat berbagai penghargaan. Salah satunya menjadi lima kota besar dunia yang mendapat Guangzhou International Award for Urban Innovation 2016.

    Kampung konservasi 3G berhasil mengembangkan kawasan padat di perkotaan Malang. Diantaranya dengan melakukan gerakan menabung air dengan membangun sumur injeksi dan bio pori. Gerakan ini dilakukan untuk mengatasi permasalah banjir di kawasan perkotaan.

    Hasilnya, selama setahun terakhir ditemukan sejumlah sumber mata air yang keluar di kawasan padat penduduk tersebut. Selain itu, sejumlah ruang publik disulap menjadi taman kota dan kebun sayuran. Mereka mengembangkan pertanian di kawasan perkotaan dengan sistem hidroponik.

    Ketua RW 23 Purwantoro, Bambang Irianto menjadi sosok penggerak di kampung Glintung. Gerakan dilakukan sejak empat tahun lalu, dan terus berkembang. Tak hanya mendapatkan dampak bagi kesehatan dan lingkungan. Masyarakat juga mendapay keuntungan secara ekonomis.

    "Dari kampung yang kumuh, kini menjadi asri, nyaman dan tentram," kata Bambang Irianto.

    EKO WIDIANTO           


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.