Ibu Jokowi Dibawa ke Jakarta Setelah Pulang dari Rumah Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibunda Joko Widodo, Sujiatmi Notomiatdjo memegang buku

    Ibunda Joko Widodo, Sujiatmi Notomiatdjo memegang buku "Jokowi, Spirit Bantaran Kali Anyar" saat diluncurkan di Jakarta, (14/9). Buku setebal 257 halaman ini memuat rangkuman kehidupan pribadi sampai dengan perjalanan karir politik Jokowi yang fenomenal. ANTARA/ Dhoni Setiawan

    TEMPO.COSolo - Ibu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, pulang dari rumah sakit setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo. Sepulang dari rumah sakit, Sujiatmi langsung dibawa ke Jakarta.

    “Dibawa ke Jakarta, biar bersama anaknya,” kata paman Jokowi, Miyono, saat ditemui di kompleks RS Kasih Ibu Solo, Rabu, 19 Juli 2017. Hanya, dia tidak menyebut secara pasti di mana Sujiatmi akan tinggal. “Lha anaknya kan di Jakarta,” katanya saat ditanya.

    Baca juga: Ibu Jokowi Pulang dari Rumah Sakit

    Menurut Miyono, Sujiatmi dibawa ke Jakarta tidak untuk berobat. “Sudah sembuh, sudah sehat,” katanya. Sujiatmi menjalani perawatan di rumah sakit lantaran menderita penyakit sinusitis.

    “Itu kan hanya penyakit ringan,” katanya. Dokter telah melakukan beberapa tindakan untuk pengobatan, termasuk operasi.

    Saat keluar dari rumah sakit, Sujiatmi, yang mengenakan pakaian warna merah, berjalan menuju mobil penjemput tanpa menggunakan kursi roda. Dia langsung naik ke mobil Fortuner warna putih melalui pintu belakang rumah sakit.

    Dia dijemput beberapa kerabatnya. Beberapa menit sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan terlihat memasuki rumah sakit itu.

    Sujiatmi menjalani perawatan di rumah sakit sejak Ahad malam lalu. Rumah sakit langsung membentuk tim untuk menangani ibunda Jokowi

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.