Tangis Orang Tua Mahasiswa Korban Bullying di Gunadarma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi bullying. Tempo/Indra Fauzi

    ilustrasi bullying. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Jakarta - Elis, 57 tahun, hanya sekali saja berani melihat video yang memperlihatkan aksi bullying yang dilakukan terhadap putra bungsunya. Matanya berkaca-kaca mengingat apa yang disaksikannya dalam video bullying di kampus Universitas Gunadarma tersebut.

    "Sejak kejadian itu, kami enggak ada yang makan. Kayak puasa saja. Karena terlalu sedih," ujar Elis kepada wartawan di kediamannya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juli 2017.

    Baca: Bullying di Gunadarma, Psikolog: Orang Yang Menonton Juga Pelaku

    Suami Elis, Mansur, 67 tahun, juga terpukul. "Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Anak saya yang lihat videonya. Ibunya langsung nangis," kata Mansur.

    Dalam video itu, sekelompok orang tampak menahan laju seorang mahasiswa yang diduga berkebutuhan khusus yang tak lain adalah putranya. Mereka menarik tas ransel pemuda itu.

    Mahasiswa itu berusaha melepaskan diri sehingga terhuyung. Saat berhasil melepaskan diri, pemuda itu sempat melemparkan tong sampah kepada pelaku. Mahasiswa lain yang melihat kejadian itu bukan ikut menolong tetapi malah menonton dan bertepuk tangan.

    Menurut Mansur, anaknya yang tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informatika angkatan 2016, mengaku mengalami perundungan seperti itu sejak semester pertama.

    Baca juga: Bullying di Gunadarma, Psikolog: Indikasi Sistem Pendidikan Gagal

    Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma, Irwan Bastian, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia pun menilai bullying yang dilakukan sekelompok mahasiswa itu berlebihan. "Bercandanya sudah tidak wajar. Itu berlebihan. Yang melakukan teman seangkatannya, bahkan sekelasnya," kata Irwan, Senin, 17 Juli 2017.

    ANTARA | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?