Fahri Bela Setya Novanto, Soal Sogokan Setengah Triliun dan OTT KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menemui wartawan di Media Center DPR setelah rapat pimpinan yang membahas pergantian dirinya sebagai wakil ketua. Senin, 25 April 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menemui wartawan di Media Center DPR setelah rapat pimpinan yang membahas pergantian dirinya sebagai wakil ketua. Senin, 25 April 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mempertanyakan banyak hal soal langkah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP. Menurut Fahri, Setya Novanto yang juga Ketua DPR itu sudah lama diincar dan penetapan status hukumnya bukan hal baru.

    "Sudah lama kabarnya, dan pimpinan KPK juga sudah bilang, tidak akan mengecewakan publik," kata Fahri yang menirukan pernyataan Agus Rahardjo beberapa waktu lalu kepada media massa dalam percakapannya dengan Tempo, Senin malam, 17 Juli 2017.

    BACA: Fahri Tak Kaget Setya Novanto Tersangka: Semoga Publik Terhibur

    Beberapa langkah ganjil KPK, menurut Fahri Hamzah, di antaranya mengapa KPK tidak menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Fahri Hamzah membandingkan cara KPK sering menggelar OTT kasus kecil tapi dalam kasus korupsi yang disebut mega skandal dengan nilai triliunan, tidak digelar OTT. Ini yang membuat Fahri, mengaku curiga dengan penetapan tersangka Setya Novanto.

    "Itu aliran dana, (Setya) dapat sogokan setengah triliun, masa setengah triliun enggak ketahuan, (uang) Rp 10 juta aja kena OTT, masa setengah triliun enggak OTT, gimana sih," ucap Fahri Hamzah.

    BACA: Cerita Setya Novanto Soal E-KTP ke Tempo: Demi Allah, Demi Tuhan

    Senin kemarin, KPK mengumumkan Setya sebagai tersangka dalam dugaan korupsi e-KTP. "Tidak ada kata untuk menolak, kalau harus kami hadapi nanti kami hadapi," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Senin petang.

    Agus mengatakan lembaganya punya bukti yang kuat untuk menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. Meski enggan menyebutkan, ia memastikan lembaganya bakal membuka bukti-bukti yang menguatkan keterlibatan Setya di pengadilan.

    BACA: Setya Novanto Tersangka, Apa Alat Bukti yang Dimiliki KPK?

    Setya Novanto diduga menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan karena jabatannya. Perbuatan Setya Novanto  dinilai mengakibatkan negara rugi Rp 2,3 triliun.

    AVIT HIDAYAT | MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.