Partai Syariah Belum Punya Pengurus, Baru Grup Whatsapp

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Penggagas Partai 212 Syariah, Hj. Siti Asmah Ratu Agung, memberikan sambutan pada Deklarasi Partai 212 Syariah di Gedung Joang '45, Menteng, Jakarta Pusat, 17 Juli 2017. TEMPO/Sasti Hapsari

    Ketua Penggagas Partai 212 Syariah, Hj. Siti Asmah Ratu Agung, memberikan sambutan pada Deklarasi Partai 212 Syariah di Gedung Joang '45, Menteng, Jakarta Pusat, 17 Juli 2017. TEMPO/Sasti Hapsari

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Syariah yang dideklarasikan Senin, 17 Juli 2017, belum memiliki struktur organisasi. Pengurus di tingkat pusat hingga daerah belum dibentuk. Partai yang diumumkan di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat ini bermaksud mewadai peserta aksi 212 (2 Desember 2016). Kegiatannya masih sebatas komunukasi lewat media sosial Whatsapp. 

    "Sejauh ini, Partai Syariah 212 belum memiliki ketua dan anggota, masih sebatas grup pada Whatsapp," kata Ma'ruf Halimuddin, salah satu pendiri partai itu. "Satu bulan ini ada 500 grup dari 34 Provinsi dan kabupaten. Alhamdulillah, ada yang sudah mendirikan posko dan ada yang siap rumahnya dijadikan kantor sekretariat."

    Baca: Tujuh Orang Peserta Aksi 212 Deklarasikan Partai Syariah

    Partai ini digagas 7 orang. Selain Halimuddin, ada nama Shidiq, Siti Asmah Ratu, Ummi Rulli Munasir, Agung, Ummi Andi, dan Hafidz. "Kami ingin parlemen diisi oleh orang-orang yang bersih, benar-benar tujuannya untuk masyarakat Islam," kata Halimuddin

    Belum ada penjelasan secara detail kenapa mereka tidak bergabung saja dengan partai berbasis umat Islam yang sudah ada. Seperti Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, dan Partai Bulan Bintang. 

    Menurut Ma'ruf Halimuddin, pembentukan pantainya dilatarbelakangi dorongan massa aksi 212. Massa ingin membentuk partai politik untuk memperjuangkan aspirasi umat dan menguasai parlemen. "Partai dibentuk atas asas kemandirian," ujar Halimuddin yang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Deklarasi Partai Syariah 212.

    Baca: Deklarator Partai Syariah Tersinggung Terbitnya Perpu Ormas

    Halimuddin menambahkan, yang dimaksud mandiri adalah anggotanya bisa menyumbang walaupun sedikit. Berapapun nilai sumbangan tetap baik untuk menghindari korupsi. "Banyak partai Islam yang sudah tergerus, semuanya ketua yang menanggung. Kalau kami malah sebaliknya, kami mandiri." kata Halimuddin.

    Partai Syariah, Hamiluddin melanjutkan, mempunyai visi membuat parlemen yang sehat yang nuansanya umat Islam. Kader partai dari kalangan Muslim yang di KTP tertulis beragama Islam. Siti Asmah Ratu Agung menambahkan, partainya memiliki slogan jihad ekonomi dan jihad politik.

    SASTI HAPSARI NURDIANA | ELIK S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.