Kominfo Sebut Aplikasi Mobile Telegram Masih Bisa Digunakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pria memainkan telepon genggamnya di depan logo ap;ikasi pesan Telegram, 18 November 2017. Indonesia bukan satu-satunya negara yang memblokir aplikasi pesan Telegram ini. REUTERS/Dado Ruvic

    Dua pria memainkan telepon genggamnya di depan logo ap;ikasi pesan Telegram, 18 November 2017. Indonesia bukan satu-satunya negara yang memblokir aplikasi pesan Telegram ini. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta -- Direktur Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Aidil Chedramata mengatakan, saat ini pemblokiran hanya dilakukan terhadap aplikasi  Telegram.berbasis web, sementara untuk aplikasi mobile (aplikasi di telpon pintar) masih bisa digunakan. "Ya ini webnya, mobile apsnya masih bisa," kata Aidil di Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

    Menurut Aidil, pemblokiran aplikasi Telegram berbasis web karena web telegram memiliki kemampuan komunikasi yang lebih luas dengan transfer data yang tidak dipunyai di aplikasi mobile. Selain itu pemblokiran web juga lebih praktis dibandingkan aplikasinya.

    Baca: 3 Tawaran Pendiri Telegram ke Pemerintah Indonesia

    Ia mengatakan, pemblokiran tersebut merupakan peringatan terhadap telegram untuk mematuhi aturan yang ada di Indonesia. "Warning aja dulu," katanya.

    Direktur Jenderal Samuel A Pangerapan dalam penjelasannya Senin 17 Juli 2017 mengatakan bahwa web  Telegram. digunakan oleh kelompok teroris untuk melakukan koordinasi dan komunikasi. Hal ini ditunjang dengan banyaknya feature didalam web tersebut.

    "Dengan menggunakan web itu memang punya kemampuan lebih dan bisa melakukan transfer file 1,5 GB disitulah mereka bertranfer informasi dan kebanyakan pemantaun kami mereka juga menggunakan web base, karena keunggulannya lebih dirasakan, nah itu kenapa webnya," katanya.

    Menurut dia, pemblokiran untuk aplikasi  Telegram. yang berbasis web tersebut peringatan keras bagi Telegram agar mematuhi ketentuan di Indonesia.

    Kementerian Kominfo sendiri telah mengirim email kepada telegram sejak Maret 2016. Namun sayangnya tidak ada tanggapan terhadap email tersebut. Namun dari kejadian pemblokiran tersebut, saat ini telah mulai dirajut komunikasi dua arah.

    "Kita kirim surat tidak ada jawabannya. Sekarang dengan adanya komunikasi dua arah, ayo kita duduk bareng," katanya.

    BACA: Konten Radikal, CEO Telegram Akui Lamban Penuhi Permintaan RI

    Samuel menyakini pemblokiran tersebut saat ini efektif dalam merusak komunikasi para teroris di Indonesia, mengingat banyak konten mereka yang dilakukan melalui media ini.

    "Mereka pindah-pindah aja, tapi kemampuan seperti telegram berbeda, mereka susah berkoordinasianya, mereka pindah kemana," katanya.

    Adapun ke-11 DNS yang diblokir adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

    Dampak pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan  Telegram. versi web (tidak bisa diakses melalui komputer).

    ANTARA

    Video Terkait:
    Telegram, Aplikasi Favorit Teroris




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.