Cerita Setya Novanto Soal E-KTP ke Tempo: Demi Allah, Demi Tuhan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Setya Novanto menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus E-KTP selama tujuh jam oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 13 Desember 2016. Kala itu, Ketua Umum Partai Golkar tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua DPR RI Setya Novanto menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus E-KTP selama tujuh jam oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 13 Desember 2016. Kala itu, Ketua Umum Partai Golkar tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sewaktu proses penganggaran, Anda mendapat laporan dari anggota Fraksi Golkar di Komisi II?
    Saya menjelaskan bahwa dalam proses anggaran saya tidak ikut campur. Kalau rapat, waktunya selalu pendek karena ada sebelas komisi, belum lagi badan-badan.

    Dalam dakwaan disebutkan ada Rp 150 miliar untuk Partai Golkar....
    Tangan dua, nih. Demi Allah, demi Tuhan. Ini bisa difoto, nih. (Setya Novanto mengacungkan telunjuk dan jari tengah membentuk tanda "v".)

    Banyak orang menyebut proyek e-KTP itu proyek Golkar....
    Saya belum pernah mendengar. Sebab, kalau ada usul proyek dari pemerintah, tidak bisa hanya satu fraksi.

    Menurut KPK, proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun dikorupsi Rp 2,3 triliun....
    Waduh, enggak tahu. Duitnya mau ditaruh di mana? Kalau dikumpulin, bisa segedung ini. Saya enggak mengerti, itu urusan penyidik.

    Beberapa anggota DPR mengembalikan uang suap yang mereka terima ke KPK....
    Kalau boleh tahu, siapa yang mengembalikan uang? Itu mengembalikan dari mana?

    Menurut Anda, anggota fraksi lain menerima suap proyek itu?
    Lihat saja di persidangan. Saya juga sempat bertanya (kepada teman-teman), "Ada enggak lu terima? 'Enggak ada, Beh'."

    Anda sudah melihat berita acara pemeriksaan para saksi dan tersangka, ya?
    He-he-he..., kita saling rahasia.

    Kalau melihat dakwaan, Anda menjadi calon tersangka begitu dekat....
    Wah, ini sudah mau menjadi hakim.

    Dakwaan Korupsi E-KTP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.