Cara TNI Bujuk Warga Perbatasan Indonesia dan Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AD Yonif Linud 433 JS Kostrad, mengikuti upacara sebelum melaksanakan patroli wilayah perbatasan di Simanggaris Baru, Nunukan, Kalimantan Utara, 5 Juni 2015. Patroli juga berfungsi sebagai pengamanan gangguan pelanggar lintas batas negara dan tindakan penyelundupan narkoba.  TEMPO/Imam Sukamto

    Prajurit TNI AD Yonif Linud 433 JS Kostrad, mengikuti upacara sebelum melaksanakan patroli wilayah perbatasan di Simanggaris Baru, Nunukan, Kalimantan Utara, 5 Juni 2015. Patroli juga berfungsi sebagai pengamanan gangguan pelanggar lintas batas negara dan tindakan penyelundupan narkoba. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Nunukan - Sepekan terakhir, Satuan Tugas Penanganan Perbatasan Indonesia dan Malaysia dari TNI, Yonif 611/Awang Long Kodam VI/Mulawarman Korem 091/ASN, kembali mengamankan 37 senjata api rakitan jenis penabur yang diserahkan warga secara sukarela.

    "Senjata api tersebut diserahkan warga di Pos Simanggaris pada Senin, 10 Juli 2017, lalu di Pos Tembalang pada Selasa, Pos Simanggaris pada Kamis, serta Pos Salang dan Pos Sei. Agison pada Jumat," kata Komandan Satuan Tugas Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia Yonif 611/Awang Long Letnan Kolonel Infanteri Sigit Hengki Purwanto di Nunukan, Ahad, 16 Juli 2017.

    Baca juga:
    Di Manokwari, Senjata Api Boleh untuk Maskawin

    Seluruh senjata api tersebut didapat anggota TNI  berkat pendekatan dengan warga setempat. "Selain menjaga wilayah perbatasan, anggota juga melakukan pendekatan-pendekatan dengan warga sekitarnya melalui Binter Terbatas, seperti karya bakti, pengobatan, dan anjangsana. Kita akan bantu semampu kami," kata Sigit.

    Dari pengakuan warga, kebanyakan mereka beralasan memiliki senjata api untuk memberantas hama yang kerap merusak hasil kebun serta berburu binatang di hutan.

    Baca pula:
    Kapolda Papua Boy Rafli Amar: Tindak Kelompok Kriminal Bersenjata  

    Namun hal tersebut tentu tetap melanggar aturan. Sebab, kepemilikan senjata api telah diatur undang-undang dan tidak sembarang orang dapat menggunakannya.

    "Biasa, setelah anggota mengetahui ada warga yang memiliki senjata api, lalu dilakukan pendekatan-pendekatan yang dilanjutkan dengan memberikan pemahaman tentang aturan kepemilikan senjata api," ujarnya.

    Setiap anggota melakukan pendekatan dengan cara bertamu ke rumah-rumah warga yang telah diketahui memiliki senjata api. Agenda tersebut tak hanya untuk mencari senjata api agar pemiliknya mau menyerahkannya, tapi banyak informasi lain yang bisa diterima Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia. "Kami lakukan bukan hanya untuk menghimpun senjata api, tapi juga guna mengetahui masalah-masalah warga," ucapnya.

    SAPRI MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.