3 Serangan Teror Ini Diperintahkan Bachrun Naim Lewat Telegram

Reporter

Pelaku teroris menembaki warga dan petugas polisi dikawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016. Tepat setahun yang lalu terjadi bom bunuh diri dan penembakan terjadi di jalan Thamrin dan cafe Starbucks. dok.Tempo/ Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya memberikan keterangan soal pemblokiran layanan chat Telegram nonaplikasi karena menampung percakapan kelompok kelompok radikal. Kepada awak media, ia menyampaikan bahwa hal itu sudah dipertimbangkan lewat berbagai pemantauan.

Telegram menjadi media komunikasi dalam jaringan terorisme, dudah lama ditengarai oleh pemerintah. "Pemerintah kan sudah lama mengamatinya," ujar Presiden Joko Widodo saat dicegat awak media di kampus Akademi Bela Negara milik Partai NasDem, Ahad, 16 Juli 2017.

Baca juga:

Jokowi: Pemblokiran Telegram Sudah Lama Dipertimbangkan

Langkah pemerintah Indonesia membekukan beberapa akun media sosial yang dianggap memuat konten radikalisme, tak menyurutkan akal Bachrun Naim, orang Indonesia yang kini berada di Suriah dan didaulat menjadi komandan ISIS Asia Tenggara.

Perintah Bachrun itu kemudian memakai pola baru, masih melalui media komunikasi dengan pengikutnya. Setelah Facebook, Twitter, dan blog mereka dibekukan, Bachrun memakai Telegram. Aplikasi percakapan di telepon seluler buatan Rusia ini relatif aman karena tak bisa disadap polisi. Percakapan di dalamnya yang terlindungi enkripsi membuat pesan hanya bisa dibaca pengirim dan penerimanya.

Baca pula:

Telegram Diblokir, Ini Kata Jokowi Soal Penanganan Chat Radikal

Seorang polisi mengatakan Bachrun Naim membuat channel di Telegram yang beranggotakan pengikutnya. “Channel Telegram Bachrun Naim auto-reply,” ujarnya. “Jadi, orang mau tanya apa, jawabannya otomatis.”

Setidaknya, diketahui tiga serangan teror yang perintah maupun perancangannya melalui Telegram ini. Pertama, teror bom Jalan Thamrin atau dikenal dengan Bom Sarinah Bom. Bom yang meledak di pos polisi Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis 14 Januari 2016. Pasca teror bom di salah satu jalan protokol di Jakarta ini, Mabes Polri mengaku telah menangkap sedikitnya 40 terduga teroris, meski tidak semua pelaku yang ditangkap terlibat langsung dengan teror  bom Thamrin. Polisi pun mrngungkapkan aliran dana terkait aksi teror di Jalan Thamrin Januari itu mencapai US$ 900 ribu.

Silakan baca:

Heboh Telegram, Kapolri Tito: Dari Bom Thamrin hingga Falatehan

Kemudian, teror bom Kampung Melayu pun , menurut perwira polisi itu juga dirancang melalui Telegram. Bom Kampung Melayu yang terjadi pada Rabu, 24 Mei 2017, sekitar pukul 21.00. Bom tersebut menyasar polisi yang tengah menjaga pawai obor jelang Ramadan di Kampung Melayu. Sebanyak 15 orang menjadi korban ledakan, lima di antaranya anggota kepolisian. Tiga anggota Polri yang gugur akibat bom bunuh diri di Kampung Melayu adalah Bripda Imam Gilang asal Klaten, Bripda Ridho Setiawan dari Lampung, dan Bripda Taufan asal Bekasi. 

Kemudian, teror ketiga yang diyakini diorder melalui Telegram adalah serangan di Kepolisian Sumatera Utara, tepat di hari pertama Idul Fitri, 25 Juni 2017. Ardial Ramadhan dan Syawaluddin Pakpahan melakukan penusukan kepada aparat kepolisian di pos jaga. Inspektur Satu Martua Sigalingging tewas, menjadi korban aksi brutal teror ini.

Bom Jalan Thamrin, bom bunuh diri Kampung Melayu, dan penusukan aparat kepolisian di di pos jaga kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara merupakan tiga aksi teror yang perintahnya dilakukan melalui sarana komunikasi Telegram.

GADI MAKITAN  I  SAHAT SIMATUPANG  I  S. DIAN ANDRYANTO

Video Terkait:
Telegram, Aplikasi Favorit Teroris








Pelaku Perampokan Toko Emas di ITC BSD Terlacak dari Sidik Jari

5 hari lalu

Pelaku Perampokan Toko Emas di ITC BSD Terlacak dari Sidik Jari

Polisi berhasil melacak pelaku perampokan toko emas di ITC BSD dari sidik jari yang tertinggal di TKP.


4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

6 hari lalu

4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

Empat pelaku perampokan toko emas di Tangerang Selatan sudah ditangkap.


Polda Sulteng Pastikan Buronan Kelompok MIT Tewas adalah Askar

7 hari lalu

Polda Sulteng Pastikan Buronan Kelompok MIT Tewas adalah Askar

Anggota MIT itu tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya pada Kamis, 29 September 2022.


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

8 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Sidang Kasus Terorisme Farid Okbah di PN Jaktim Digelar Tertutup

10 hari lalu

Sidang Kasus Terorisme Farid Okbah di PN Jaktim Digelar Tertutup

Sidang kasus terorisme dengan tersangka Farid Okbah digelar secara tertutup. Agenda sidang pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

12 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Pengamat: Bjorka Bisa Lebih dari Satu Orang

17 hari lalu

Pengamat: Bjorka Bisa Lebih dari Satu Orang

Seorang pemuda di Kabupaten Madiun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peretasan Bjorka.


Pembaruan di Telegram Bisa Bikin Status Pakai Animasi Emoji

18 hari lalu

Pembaruan di Telegram Bisa Bikin Status Pakai Animasi Emoji

Sayangnya banyak pembaruan dibuat eksklusif untuk pengguna Telegram Premium alias berbayar.


Memburu Bjorka, Menangkap Agung

19 hari lalu

Memburu Bjorka, Menangkap Agung

Polisi menangkap Agung yang dianggap sebagai membantu kejahatan. Pelaku utamanya, Bjorka, masih berkeliaran bebas.


PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

19 hari lalu

PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

PBNU menjalin kerja sama untuk memberantas terorime dan ekstrimisme di dunia bersama Kerajaan Arab Saudi.