Pilgub Jateng, Eks Menteri ESDM Sudirman Said Mulai Bergerilya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sudirman Said. dok.TEMPO

    Sudirman Said. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said bersilaturahmi dengan sejumlah ulama dan politisi di Solo, Jawa Tengah terkait rencananya maju di pemilihan Gubernur Jawa Tengah (pilgub Jateng). Dalam silaturahmi tersebut, Sudirman juga menyinggung soal rencana pencalonannya dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah.

    Salah satu tokoh yang disambanginya adalah pimpinan Pesantren Ta'mirul Islam, KH Muhammad Ali. "Sudirman Said datang bersilaturahmi pada Jum'at kemarin," kata Ali, Sabtu 15 Juli 2017.

    Baca: Dibidik Partai di Pilgub Jateng, Sudirman Said: Saya Manfaatkan  

    Menurut Ali, tidak ada pembicaraan khusus dalam silaturahmi itu. "Masalah pemilihan gubernur juga hanya dibicarakan sekilas saja," katanya. Dia menyebut tidak ada pembicaraan mengenai permohonan restu maupun pemberian dukungan terkait majunya Sudirman Said di Pilgub Jateng.

    "Semua masih bersifat penjajakan," kata pria yang akrab disapa Abah Ali tersebut. Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, pembicaraan mengenai pilgub Jateng belum dibahas secara serius.

    Usai bersilaturahmi bersama Abah Ali, Sudirman Said berkunjung ke Masjid Jami Assegaf yang berada di kawasan Pasarkliwon. Dia juga bertemu dengan beberapa ulama usai melakukan Salat Jum'at di masjid tersebut.

    Baca: Pilgub Jawa Tengah 2018, Kalla Yakin Sudirman Said Mampu Memimpin

    Sebelumnya, Sudirman Said mengaku siap apabila ada partai politik yang meminangnya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah atau pilkada 2018. Adapun salah satu partai politik (parpol) yang saat ini menyatakan kemungkinan untuk mendukung Sudirman adalah Partai Amanat Nasional (PAN).

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.