Minggu, 18 Februari 2018

Panglima TNI: Ancaman Narkoba Tak Kalah Berbahaya dari Terorisme

Oleh :

Tempo.co

Sabtu, 15 Juli 2017 07:22 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI: Ancaman Narkoba Tak Kalah Berbahaya dari Terorisme

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo . ANTARA Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan ancaman narkoba bagi masyarakat tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan terorisme.

    "Antara terorisme dan narkoba, dua-duanya perlu diwaspadai. Tapi yang sangat disayangkan terorisme yang lebih dibesar-besarkan, padahal narkoba tidak kalah berbahaya karena sudah sampai di mana-mana," ujar dia di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat malam, 14 Juli 2017.

    Baca: 16 Daerah Diduga Kantong ISIS, Panglima TNI: Tinggal Tunggu Waktu

    Lebih lanjut, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menjelaskan bahwa setiap tahunnya sebanyak 15 ribu orang Indonesia meninggal akibat narkoba.

    "Dan jumlah yang meninggal ini setiap tahun meningkat terus. Sementara korban bom dari dulu hingga sekarang tidak sampai 1.500 orang. Ini makanya saya katakan narkoba juga menjadi ancaman besar bagi kita," ungkap dia.

    Apalagi, saat ini menurut Panglima TNI, persebaran obat-obatan terlarang di Tanah Air masif, sudah mencapai kawasan perkebunan dan daerah terluar Indonesia.

    "Dari Tiongkok masuk ke Indonesia menurut informasi itu 250 ton sabu. Satu ton sabu itu bisa dikonsumsi untuk lima juta orang. Ini ancaman berat bagi kita," tutur dia.

    Baca juga: Panglima TNI Imbau Masyarakat Poso Waspadai ISIS dari Marawi

    "Makanya dua tahun yang lalu, kami punya hukuman tambahan bagi anggota TNI yang terlibat narkoba, yaitu langsung dipecat. Bayangkan saja, kalau sedang sakau dan latihan menembak siapa pun bisa jadi korban, daripada seperti itu saya pecat saja," ungkap dia.

    Terkait dengan penanganan narkoba ini, Panglima TNI juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menggagalkan penyelundupan satu ton sabu di wilayah Serang, Banten, pada Kamis. "Saya apresiasi kepolisian dan BNN, pengungkapan jumlah sabu itu terbesar selama Indonesia berdiri," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.