Presiden Jokowi Minta Ulama Buka Peringatan Hut RI ke-72

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyapa warga seusai berbelanja  di salah satu toko di Mall Panakukang Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juli 2017. Jokowi sempat membeli beberapa kemeja di mal ini. TEMPO/Iqbal Lubis

    Presiden Jokowi menyapa warga seusai berbelanja di salah satu toko di Mall Panakukang Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juli 2017. Jokowi sempat membeli beberapa kemeja di mal ini. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi meminta ulama dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon turut meramaikan perayaan kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun ini. Bahkan ia meminta ulama dan majelis ini membuka rangkaian acara perayaan proklamasi dibuka di Istana Negara pada 1 Agustus 2017.

    Majelis Hubbul Wathon baru saja dideklarasikan hari ini, Kamis, 13 Juli 2017, oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin sebagai salah satu inisiatornya. Presiden menyerahkan sepenuhnya kepada majelis ini untuk merumuskan acara pembukaan perayaan HUT RI itu.

    Baca: Presiden Jokowi: Islam Radikal Bukan Islamnya Indonesia

    "Kami serahkan kepada bapak kiai formatnya seperti apa, apakah dalam bentuk zikir akbar, istigasah, dan lainnya, kami serahkan," kata Presiden Jokowi saat memberi sambutan dalam acara Halaqah Nasional Alim Ulama Majelis Dzikir Hubbul Wathon di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017.

    Namun Presiden meminta acara tersebut diselenggarakan di halaman Istana Negara. "Pagi, siang, atau malam, silakan. Kami serahkan penuh kepada panitia," ujarnya.

    Jokowi menuturkan majelis ini akan menjadi forum untuk ulama dan pemerintah (umara) bersilaturahmi dan berdialog. Ia sendiri menjabat sebagai ketua dewan pembina majelis ini. "Sehingga ulama dan umara bisa berjalan beriringan," ucapnya.

    Baca juga: Jelang Halaqah Nasional, Tiba-tiba Ada Menteri Datangi Jokowi

    Lewat Majelis Dzikir Hubbul Wathon ini, Ma'ruf Amin menjelaskan upaya menjaga persatuan itu bisa dilakukan melalui dua hal. "Yaitu dialog kebangsaan serta zikir, doa, dan istigasah," kata Rais Am PBNU ini.

    Ma'ruf menuturkan majelis ini wadah para ulama dan umara untuk bersatu menggalang keutuhan bangsa dan penguatan negara. Sebab dalam menjaga persatuan bangsa bukan hanya tanggung jawab Presiden Jokowi seorang.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga