Ini Dua Aksi Penindakan Rokok Ilegal Oleh Bea Cukai Malang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ini Dua Aksi Penindakan Rokok Ilegal Oleh Bea Cukai Malang

    Ini Dua Aksi Penindakan Rokok Ilegal Oleh Bea Cukai Malang

    INFO NASIONAL - Bea Cukai Malang, pada Kamis (06/07) melakukan patroli di Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang berbekal informasi dari masyarakat akan adanya kegiatan pengemasan barang kena cukai (BKC) ilegal berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai.

    Di tempat itu petugas mendapati empat bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat pengemasan rokok ilegal. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, petugas berhasil mengamankan12.500 bungkus rokok ilegal jenis sigaret kretek mesin bermerek Leo.

    “Selain BKC hasil tembakau yang siap edar, kami juga mengamankan 38.300 batang rokok ilegal. Selanjutnya, kami membawa barang bukti tersebut ke kantor Bea Cukai Malang, termasuk seorang tersangka berinisial NW untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan.

    Hanya berselang satu hari dari penindakan tersebut, Jumat (07/07), petugas Bea Cukai Malang kembali menggerebek sebuah bangunan yang menyimpan BKC hasil tembakau jenis sigaret kretek tangan yang dilekati pita cukai diduga palsu. Bangunan yang terletak di Jalan Hasyim Ashari, Kota Malang ini, merupakan sebuah gudang perusahaan jasa titipan yang diduga menerima titipan rokok ilegal untuk dikirim keluar Pulau Jawa.

    “Di dalam gudang tersebut, petugas mengamankan 52.800 batang rokok yang dilekati pita cukai diduga palsu, dengan rincian 14.400 batang rokok merek Melody dan 38.400 batang rokok merek Cengkeh 99,” ungkap Rudy.

    Rudy menambahkan bahwa sebai tindak lanjut kasus, petugas membawa barang bukti tersebut beserta pimpinan perusahaan jasa titipan ke Kantor Bea Cukai Malang untuk dimintai keterangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.