Kelompok Paduan Suara Mahasiswa Unpad Juara Folksong di Austria  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup Pencinta Lagu Unpad bersama Paduan Suara Mahasiswa Unpad membawakan sejumlah lagu pada konser 40 Tahun Menebar Kehangatan Persahabatan di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Minggu malam (20/5). GPL Unpad telah memulai aktivitasnya sejak tahun 1965. TEMPO/Prima Mulia

    Grup Pencinta Lagu Unpad bersama Paduan Suara Mahasiswa Unpad membawakan sejumlah lagu pada konser 40 Tahun Menebar Kehangatan Persahabatan di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Minggu malam (20/5). GPL Unpad telah memulai aktivitasnya sejak tahun 1965. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (PSM Unpad) meraih juara pertama kategori folksong dalam 54th International Competition of Choral Singing di Spittal an der Drau, Austria, 7-9 Juli 2017. Mereka juga menyabet juara kedua kategori choral works.

    “Semua perjuangan selama enam bulan terbayar tuntas di atas panggung sehingga di akhir kompetisi kami berhasil mengalahkan paduan suara Eropa,” ujar ketua pelaksana misi kebudayaan Indonesia Kirana 2017, Fernandes, mewakili PSM Unpad lewat siaran pers yang diterima, Kamis, 13 Juli 2017.

    Juri juga memberikan penghargaan Best Interpretation of Brahms atas penampilan PSM Unpad saat membawakan lagu wajib Es Geht Ein Wehen.

    Dalam kompetisi tersebut, PSM Unpad dan tim misi kebudayaan Indonesia Kirana 2017 bersaing dengan sembilan kelompok paduan suara dari berbagai negara. Pesaingnya antara lain Bob Cole Chamber Choir dari Amerika Serikat, Akademski Pevski zbor Maribor dari Slovenia, Claritas Vocalis dari Jerman, dan North-West University PUK-Choir dari Afrika Selatan.

    Pada kategori folksong, 45 anggota tim paduan suara Indonesia membawakan komposisi lagu tradisional, seperti Paris Barantai dan Benggong karya komposer muda Indonesia, Ken Steven, serta Soleram aransemen Josu Elberdin. Penampilan yang berpadu dengan koreografi tarian tradisional di setiap lagu memukau juri dan penonton yang memenuhi Schloss Porcia, tempat kompetisi berlangsung.

    Sedangkan pada kategori choral works, tim membawakan beberapa lagu klasik dan kontemporer karya komposer kelas dunia, seperti Readymade Alice karya Pertu Haapanen dan Ave Maria karya Ivan Yohan. "Saat pengumuman, juri menilai tim PSM Unpad berhasil menunjukkan seluruh kemampuannya dari segi teknis," katanya.

    Perjuangan PSM Unpad dalam meraih gelar juara dimulai dari ketatnya persaingan untuk masuk ke kompetisi. Setiap negara hanya diberi satu tempat dalam kompetisi tersebut.

    “Panitia kompetisi juga sempat memberi tahu kami bahwa terdapat beberapa paduan suara dari Indonesia yang apply. Namun akhirnya hanya satu yang terpilih mengikuti kompetisi tersebut, yaitu PSM Unpad,” ucapnya.

    Saat ini, PSM Unpad berangkat ke Wina, Austria, untuk latihan persiapan konser kebudayaan Pagelaran Indonesia Kirana. Konser tersebut merupakan kerja sama PSM Unpad dengan KBRI Austria dan Perhimpunan Pelajar Indonesia. Mereka menyiapkan beberapa lagu tradisional Indonesia sekaligus mengenalkan budaya Indonesia di mancanegara.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga