Alasan Boni Hargens Nekat Wawancara Meski Sakit: Perppu Ormas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens. Tempo/Tony Hartawan

    Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, menyampaikan alasannya menghadiri wawancara di TV One meski sedang sakit. "Yang menjadi pertanyaan orang yang menyebar fitnah, kenapa kalau sakit saya masih mau ke tv? Jujur saya ini sebetulnya koboi sejati, saya enggak pernah pikir sakit karena saya tahu Perppu Ormas sangat penting," kata Boni dalam jumpa pers di Kartika Resto, Jakarta, Rabu, 12 Juli 2017.

    Boni menuturkan, tanpa adanya perppu tersebut, pemerintah tidak bisa membubarkan organisasi massa seperti Hizbut Tahrir Indonesia dan Front Pembela Islam. "Karena Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tidak menganut asas contrarius actus. Pembuat undang-undang tidak bisa serta merta membatalkan. Nah Perppu Ormas akan menganut asas itu, maka saya desak harus ada," ujarnya.

    Baca juga: Bantah Tuduhan Sakaw saat Live di TVOne, Boni Hargens Tes Urine

    Tuduhan bahwa Boni tengah sakaw saat diwawancara ramai dibicarakan di media sosial. Beberapa orang mengunggah video wawancara Boni yang kerap mengusap-usap hidungnya saat melakukan wawancara dengan host TVOne.

    Menurut Boni, saat datang ke TV One, dia masih mengenakan gelang sebagai pasien rumah sakit. Ia sedang menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto karena sakit Hipokalsemia atau krisis kalsium. Sejak 29 Juni, Boni beberapa kali masuk rumah sakit dan dirawat selama beberapa hari.

    Penyakit kadar kalsium darah rendah ini menyebabkan gejala-gejala seperti kebingungan, penurunan kesadaran, depresi, dan halusinasi. Pada kasus yang berat, bisa terjadi kejang otot tenggorokan dan menyebabkan sulit bernafas dan kejang otot keseluruhan.

    Saat melakoni wawancara di TV One, sakitnya kambuh. Boni Hargens merasa sesak napas dan kekurangan oksigen. Sehingga ia meminta pada manajemen TV One untuk menghentikan wawancara di tengah-tengah segmen. "Jadi yang menghentikan acara di tengah jalan itu saya sendiri," kata Boni.

    FRISKI RIANA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.