Menkumham Yasonna Laoly : Perppu Ormas Bukan untuk 1 Ormas Saja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly memberikan pengarahan kepada warga binaan saat meresmikan pondok pesantren At-Taubah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1  Malang, Jawa Timur 5 Juni 2017. Dengan adanya Pondok pesantren tersebut diharapkan menjadi wadah peningkatan ketakwaan warga binaan selama menjalani hukuman. Foto: Aris Novia Hidayat

    Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly memberikan pengarahan kepada warga binaan saat meresmikan pondok pesantren At-Taubah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 Malang, Jawa Timur 5 Juni 2017. Dengan adanya Pondok pesantren tersebut diharapkan menjadi wadah peningkatan ketakwaan warga binaan selama menjalani hukuman. Foto: Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tidak diperuntukkan satu ormas saja.

    "Gak lah, siapa saja yang bertentangan dengan ideologi negara, sasarannya itu.
    UU gak boleh untuk satu ormas," kata Yasonna saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Juli 2017.

    Baca :

    Wiranto Umumkan Penerbitan Perppu 2/2017 tentang Ormas

    Perppu Pembubaran Ormas Akan Diterbitkan, Begini Reaksi HTI

    Oleh karena itu, Perppu yang baru diterbitkan pemerintah tidak digunakan langsung untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang dianggap mengancam kedaulatan NKRI. "Belum gitu ceritanya, nanti ada tahapan itu," kata Yasonna.

    Yasonna menjelaskan, Perppu ini tidak bersifat subjektif karena bukan hanya dinilai oleh pemerintah. "Alasan subjektivitas pemerintah akan diuji secara objektif oleh DPR. Perppu kan dibahas oleh DPR. Itu mekanismenya," ujarnya.

    Perppu Nomor 2 Tahun 2017 dikeluarkan untuk menggantikan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat (ormas).

    LIDWINA TANUHARDJO




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.