Bantah Tuduhan Sakaw saat Live di TVOne, Boni Hargens Tes Urine  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boni Hargens. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Boni Hargens. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens
    melakukan tes urine, tadi pagi, Rabu, 12 Juli 2017. Boni melakukan itu untuk membuktikan bahwa tudingan ia berada di bawah pengaruh obat saat wawancara dengan stasiun televisi TVOne pada Senin lalu, tidak benar.

    Ia pun mengundang media massa untuk hadir dalam konferensi pers di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, sore ini, pukul 17.00, untuk menyampaikan hasil tes urine tersebut. "Yang kami lakukan pagi ini untuk membuktikan tuduhan dari kelompok yang menyebar fitnah, dalam rangka meluruskan pelbagai informasi dan persepsi yang berkembang di sosial media terkait kondisi kesehatan saya, yang kemudian menjadi viral setelah menjadi narasumber di TVOne," tulis Boni dalam undangan yang diterima Tempo, Rabu siang, 12 Juli 2017.

    Baca: Disebut Sakaw saat Live di TVOne, Boni Hargens: Fitnah

    Boni juga akan menyampaikan informasi medis terkait dengan kondisi kesehatannya. "Agar informasi yang menyangkut tentang kondisi kesehatan saya tidak lagi dinilai secara tendensius dan sarat tuduhan," ia menambahkan.

    Selain itu, Boni melanjutkan, pihaknya juga akan menyampaikan perkembangan mengenai langkah hukum yang akan diambil terhadap para penyebar hoax di media sosial.

    Tuduhan bahwa Boni tengah sakaw saat diwawancara ramai dibicarakan di media sosial. Beberapa orang mengunggah video wawancara Boni yang kerap mengusap-usap hidungnya saat melakukan wawancara dengan host TVOne.

    Sebelumnya, Boni juga telah menyampaikan bantahannya saat dikonfirmasi Tempo pada Senin, 10 Juli 2017. Menurut dia, tudingan itu hanya fitnah yang dilontarkan untuk menjatuhkannya.

    Baca juga: Cegah Radikalisme, Boni Hargens: NU-Muhammadiyah Perlu Berperan

    Ketika itu, Boni mengungkapkan dirinya sedang menderita sakit Hipokalsemia. Penyakit kadar kalsium darah rendah ini menyebabkan gejala-gejala seperti kebingungan, penurunan kesadaran, depresi, dan halusinasi. Pada kasus yang berat, bisa terjadi kejang otot tenggorokan dan menyebabkan sulit bernafas dan kejang otot keseluruhan.

    Boni Hargens mengaku, di tengah wawancara sakitnya kambuh dan ia merasa sesak nafas. "Produsernya kasihan lihat saya, jadi saya langsung ke Siloam," ujarnya.

    MAYA AYU PUSPITASARI | DESTRIANITA| RINA W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.