Proyek Kereta Api di Kaltim, Investor Rusia Siapkan Rp 48 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggantian/perawatan rel kereta. ANTARA/Prasetia Fauzani

    Ilustrasi penggantian/perawatan rel kereta. ANTARA/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Balikpapan - Perusahaan perkeretaapian asal Rusia, JSC Russian Railways, tertarik untuk terlibat dalam pembangunan rel kereta api batu bara sepanjang 570 kilometer di Kalimantan Timur. Rel itu nantinya menghubungkan Tabang Kutai Kartanegara - Maloy Kutai Timur - Buluminung Penajam Paser Utara - Kutai Barat di Kalimantan Timur. “Total investasi diperkirakan mencapai 3,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 48 triliun),” kata Deputy CEO Kereta Api Borneo, Vladimir Volkov di Balikpapan, Selasa, 11 Juli 2017.

    Volkov mengatakan, proyek rel kereta api ini akan dibagi dalam dua tahap pengerjaan. Tahap awal, Russian Railways akan membangun rel sepanjang 253 kilometer yang menghubungkan Buluminung - konsesi Banpu - konsesi GBU dan Essar senilai 2,2 miliar dolar AS. Tahap dua sepanjang 195 kilometer menghubungkan konsesi Bayan Resources di Tabang hingga terminal batu bara di Kutai Timur senilai 1,5 miliar dolar AS.

    Rel kereta api ini nantinya diproyeksikan sebagai sarana transportasi batu bara menuju terminal batu bara di Kutai Timur. Jalurnya disesuaikan dengan beberapa lokasi konsesi pertambangan batu bara di Penajam, Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutai Timur.

    Volkov menyebutkan, sejak 2016, timnya sudah mensurvey teknis geofisika dan metocean di area yang akan dilintasi rel. Pembangunan ditargetkan terealisasi pada 2022. “Tim teknis kami sudah melakukan survey tanah termasuk diantaranya mempersiapkan masuknya alat berat di area pembangunan,” katanya.

    Volkov mengatakan, perusahaan menggandeng Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk urusan pembebasan lahan. Mereka berharap prosesnya bisa berjalan lancar mengingat rel kereta api ini akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat. “Kami juga mensosialisasikan soal kegunaannya yang akan menyerap tenaga kerja lokal dan pemanfaatan sub kontraktor lokal,” katanya.
     
    Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyatakan, proses negosiasi pembebasan lahan sejauh ini belum menemui kendala. Misalnya saja lahan yang sudah dibebaskan di Kabupaten Penajam Paser Utara seluas 140 hektare.  “Saya masih menunggu kabupaten lain untuk membantu pembebasan lahannya,” ujarnya.

    Awang menyakini dampak positif keberadaan rel kereta api batu bara dalam mendongkrak perekonomian daerah. Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terang-terangan menyatakan meminta agar rel kereta api ini juga dibangun di wilayah mereka.“Nanti saya akan bantu pertemukan dengan gubernur Kalteng dan Kalsel,” kata Awang.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.