Jokowi ke Makassar, Kodam Hasanuddin Antisipasi Serangan Teror

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar - Kodam XIV Hasanuddin bersiap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Makassar pada Rabu 12 Juli 2017. Kedatangan Presiden Jokowi itu dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional yang rencananya digelar di Lapangan Karebosi.  

    Baca: Istana: Keluarga Jokowi Ikut ke Luar Negeri Pakai Biaya Pribadi

    Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf. Thevi A. Zebua mengatakan telah mengerahkan pasukan dari TNI dan Polri. "Sekitar 2.000 personel,” katanya, usai gelar pasukan di Lapangan Hasanuddin, Selasa 11 Juli.

    Menurut Thevi, objek utama pengamanan adalah Lapangan Karebosi yang menjadi lokasi acara. Kodam sudah berkoordinasi dengan pasukan pengamanan presiden dan pemerintah daerah. "Semua sudah diantisipasi termasuk jika ada serangan bom," ucap dia.

    Baca: Jokowi Ingatkan Pemimpin Negara G20 tentang Komitmen Agenda 2030

    Thevi mengatakan, belakangan ini semakin sering terjadi aksi teror di tanah air. Karena itu perlu adanya pengamanan berlapis saat Presiden Jokowi berada di Makassar. "Untuk optimalisasi maka diperlukan perencanaan, ini bukan hanya rutinitas saja tapi juga ajang latihan," kata Thevi.

    Sementara Karo Ops Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Komisaris Besar Stephen Nafiu mengatakan institusinya menurunkan 1.375 personel untuk pengamanan presiden. "Bukan hanya objek VVIP saja dijaga, kami juga melindungi rangkaian kegiatan dan anggota kami sendiri," kata dia.

    Baca: Bertemu PM Spanyol, Jokowi Harap Transaksi Perdagangan Meningkat

    Menurut Stephen, kesiapan itu untuk mengantisipasi tindakan radikal dari orang-orang yang tak menyukai kehadiran Presiden Jokowi di Makassar. "Petugas berpakaian preman harus melindungi anggotanya yang berpakaian dinas," kata Stephen. "Supaya yang menjalankan tugas tak was-was."

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.