Penagih Utang Borgol dan Aniaya Perempuan di Depan Anaknya

Reporter

Ilustrasi penganiayaan terhadap perempuan. shutterstock.com

TEMPO.CO, Karanganyar - Dua penduduk  Karanganyar, Sukini dan Gatot, dijebloskan ke tahanan lantaran melakukan kekerasan saat menagih utang. Selain memberikan ancaman dan menganiaya, mereka juga memborgol korban.

Gatot bekerja sebagai debt collector di sebuah perusahaan pembiayaan. "Namun kasus ini tidak terkait dengan perusahaan tempatnya bekerja," kata Kepala Kepolisian Resor Karanganyar Ajun Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak, Selasa, 11 Juli 2017.

Menurut Ade, kasus ini berawal dari masalah utang-piutang antara Lestari dan Sukini. Lestari berutang kepada Sukini dan kerap mengelak saat ditagih. "Kekerasan terjadi saat Sukini dan korban sepakat bertemu di dekat Terminal Tegalgede pada 3 Juli lalu," kata Ade.

Baca: Enam Pria yang Diduga Debt Collector, Keroyok Polisi

Lestari yang  datang mengendarai motor bersama anaknya yang masih balita, tiba-tiba diborgol oleh Sukini. Sukini kemudian menelepon Gatot agar membantunya menagih utang kepada korban. Setibanya di lokasi Gatot langsung menghajar korban.

Kedua pelaku juga berkali-kali membentak anak korban yang menangis. Dalam kondisi terborgol, korban dan anaknya dibawa ke beberapa tempat. "Saat pelaku lengah, korban akhirnya melarikan diri," kata Ade.

Lestari lari ke Mapolres Karanganyar untuk melapor. Polisi segera menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan visum terhadap korban. "Saat ini kedua tersangka telah ditangkap dan menjalani penahanan," kata Ade.

Simak: Ada Aturan Hukum, Debt Collector Tak Bisa Asal Sita Kendaraan

Menurut Ade, kedua tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman penjara hingga 7 tahun. "Selain itu mereka berdua akan dijerat juga dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak," katanya.

Kepada wartawan Sukini mengaku kesal terhadap Lestari lantaran selalu menghindar saat ditagih. "Makanya saya borgol agar tidak lari," katanya. Dia mengatakan menemukan borgol itu di kosnya.

Sukini sengaja meminta bantuan Gatot karena pria itu sudah biasa menyelesaikan masalah utang-piutang. "Saya minta tolong untuk menagihnya," kata Sukini.

Sedangkan Gatot memiliki pengakuan yang berbeda. "Korban juga punya utang kepada saya," katanya. Dia membentak anak korban lantaran terus menangis melihat ibunya diborgol dan dipukuli.

AHMAD RAFIQ






Prank Paula Verhoeven Korban KDRT Baim Wong, Ternyata buat Konten

1 hari lalu

Prank Paula Verhoeven Korban KDRT Baim Wong, Ternyata buat Konten

Paula Verhoeven dan Baim Wong terancam sanksi penjara akibat melakukan 'prank' dengan menyampaikan pengaduan palsu KDRT.


Lesti Kejora Cedera Parah hingga Tulang Lengan Bergeser, Ada Kemungkinan Dioperasi

4 hari lalu

Lesti Kejora Cedera Parah hingga Tulang Lengan Bergeser, Ada Kemungkinan Dioperasi

Akun yang tampaknya dikendalikan orang terdekat Lesti Kejora itu terus memperbarui informasi kabar terakhir penyanyi dangdut itu.


Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

7 hari lalu

Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

Dua orang wartawan diduga dianiaya dan disekap oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Karawang


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

7 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

14 hari lalu

Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

Aldi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua wartawan oleh pejabat Kabupaten Karawang


Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

19 hari lalu

Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

Tersangka penganiayaan, yang masih berusia 17 tahun, berdalih sedang mencari pekerjaan ke Jakarta namun kehabisan uang sehingga tak bisa bayar taksi.


Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

20 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

Kapolsek Cengkareng menduga pria tersebut sudah meninggal sejak sehari yang lalu karena kondisi mayat pria itu sudah mengalami pembengkakan.


Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

20 hari lalu

Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

Remaja tersebut tidak mengambil uang atau barang dari sopir taksi online yang ia lukai. Mengaku ingin mencari kerja tapi kehabisan uang.


Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

20 hari lalu

Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

Polres Ponorogo menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang mengakibatkan salah satu santri tewas


Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

20 hari lalu

Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

Tawuran maut antar kelompok pelajar di Kota Depok kembali terjadi, akibatnya seorang pelajar berinisial AZS (20) meninggal dunia terkena sabetan celurit.