JK Minta Polisi Bertindak Adil Mengatasi Konflik di Masyarakat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVII di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Juli 2017. TEMPO/Iqbal Lubis

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVII di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Juli 2017. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan polisi harus bertindak adil dalam menjalankan tugas. Sikap ini dilakukan untuk menghindari konflik yang bisa muncul di masyarakat.

    "Anda hari ini mayor atau AKBP, nanti anda jadi jenderal, lebih tinggi lagi, maka yang pertama harus Anda pegang bahwa sebagai pejabat apapun yang pertama harus bertindak adil," kata JK saat memberikan pengarahan pada peserta program pendidikan Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri di Istana Wakil Presiden, Selasa, 11 Juli 2017.

    Baca juga:

    Jusuf Kalla: Negara Kuat Didukung Para Pengusaha Kuat  

    Acara pengarahan ini dihadiri 246 anggota Polri dengan pangkat Kompol hingga AKBP. Mereka adalah para calon Kapolres yang sedang mengikuti pendidikan di Sespimmen Polri. Kuliah umum dari Kalla bertema mengatasi bagaimana konflik sosial. Ini dilakukan karena Kalla dikenal sebagai tokoh perdamaian yang berperan dalam mengatasi konflik di sejumlah tempat, seperti Ambon, Poso, maupun Aceh.

    Menurut Kalla, ketidakadilan selalu menyebabkan konflik, misalnya ketidakadilan di bidang ekonomi, sosial, politik. Cara penyelesaian konflik tersebut hanya satu, yakni menciptakan keadilan.

    Karena itulah, kata Kalla, tujuan berbangsa adalah menciptakan masyarakat adil dan makmur. Adil tidak cukup tanpa disertai kemakmuran, demikian sebaliknya.

    Baca pula:

    OTT KPK Dinilai Recehan, Jusuf Kalla: Itu Hal Bagus  

    Kalla mengatakan polisi adalah aparat yang berada di garda depan dalam mengatasi konflik di masyarakat. Begitu ada konflik, masyarakat akan mencari atau mendatangi polisi, bukan bupati, wakil presiden, atau presiden. Karena itu, Kalla meminta polisi untuk siap menghadapi keadaan tersebut.

    Untuk bisa memahami sumber konflik, JK mengatakan polisi harus mempunyai kerangka berpikir kritis dengan menganalisa melalui sejumlah pertanyaan. Yaitu apa yang terjadi, siapa yang berbuat, mengapa terjadi, bagaimana terjadi, kemudian baru bagimana mengatasinya. "Itu selalu menjadi kerangka berpikir yang Anda harus mulai pikirkan," kata Kalla.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.