KPK Minta Handang Blak-Blakan soal Inisiator Suap Pajak

Reporter

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah memberi keterangan terkait pemeriksaan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP di Gedung KPK, Jakarta, 3 Juli 2017. Tempo/ Arkhelaus W.

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah meminta terdakwa suap pajak Handang Soekarno untuk menyampaikan secara jujur pihak yang dinilai sebagai pelaku utama kasus itu. “Jika terdakwa mengatakan demikian itu lebih baik sekaligus dia menyampaikan apakah di sidang atau secara tertutup ke penyidik dalam pemeriksaan, itu akan lebih baik,” ujar dia di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 10 Juli 2017.

Febri Diansyah berujar KPK mengharapkan Handang berterus terang terhadap persidangan yang menyebutkan ia bukan sebagai pelaku utama. Menurut dia, sikap keterbukaan Handang akan menguntungkan bagi terdakwa sendiri. Terlepas dari itu, penuntut umum bakal menelusuri keterlibatan pihak lain dalam kepengusuran persoalan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia dan suap yang dilakukan oleh bos PT EK Prima Ramapanicker Rajamohanan Nair kepada Handang.

Baca juga:

Kasus Suap Pajak, Handang Soekarno: Saya Bukan Inisiator...

Dalam nota pembelaan Handang berkukuh bukan sebagai inisiator suap. Ia menyebut Rajamohanan yang telah berusaha mencarinya.

Handang menjelaskan ada sejumlah persoalan pajak yang menjerat PT EKP. Misalnya soal pencabutan pengusaha kena pajak (PKP), pembatalan surat tagihan pajak pada 2014 dan 2015, hingga penerapan tax amnesty.

Baca pula:
Sidang Suap Pajak, Direktur EKP Akui Minta Bantuan Handang

Handang mencontohkan pada perkara surat tagihan pajak, telah disetujui pada 3 November 2016. Sedangkan surat pembatalan diterima Rajamohanan pada 7 November 2016. Ia mengaku baru mengetahui dari salinan yang dismpaikan Rajamohanan pada 14 November 2016. “Jika saya aktif maka saya lebih dulu tahu pembatalan itu,” ujar Handang.

Handang menilai tuntutan selama 15 tahun penjara yang dikenakan terlalu berat. Ia menyebut hidup dan nasibnya telah berantakan akibat kasus tersebut. “Tuntutan itu serasa tuntutan seumur hidup bagi saya,” ujar dia.

Simak:
Sidang Suap Pajak, Dirjen Pajak Dicecar Soal Bertemu Ipar Jokowi


Sidang Suap Pajak, Handang Ungkap 4 Alasan Terima Duit

Handang Soekarno dalam nota pembelaannya meminta agar dihukum seringan mungkin. Selain itu ia meminta majelis hakim agar menghukumnya di lembaga pemasyarakatan kelas 1A Semarang, Jawa Tengah. Ia beralasan ingin tetap memberikan tanggung jawab kepada tiga putrinya sebagai single parent. Sementara dalam kasus suap pajak yang diungkap KPK ini, Handang diyakini menerima suap Rp 1,9 miliar dari Rajamohanan untuk mengurus persoalaan pajak PT EKP.

DANANG FIRMANTO






Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

7 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

Obat dari Singapura untuk Gubernur Papua Lukas Enembe telah tiba di Jayapura sejak tiga hari lalu. Kini kesehatannya membaik.


Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

8 jam lalu

Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

Yudi menyatakan Febri Diansyah dan Rasamala selama ini dipercaya publik, sebab itu dia meminta keduanya mundur dari pengacara Putri Candrawathi.


Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

8 jam lalu

Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

Menurut Benny, latar belakang Johanis Tanak sebagai jaksa bakal melengkapi komposisi pimpinan di lembaga antirasuah tersebut.


Febri Diansyah Temui Ferdy Sambo di Mako Brimob sebelum Memutuskan Jadi Pengacara Dia

10 jam lalu

Febri Diansyah Temui Ferdy Sambo di Mako Brimob sebelum Memutuskan Jadi Pengacara Dia

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang mengatakan Ferdy Sambo menyesali perbuatannya saat dikunjungi di tahanan Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok.


Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

11 jam lalu

Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

Wakil Ketua KPK yang baru terpilih, Johanis Tanak, mengusulkan untuk menggunakan pendekatan keadilan restoratif dalam memberantas korupsi.


Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Deolipa: Pegang Aja Kata-Katanya

11 jam lalu

Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Deolipa: Pegang Aja Kata-Katanya

Eks pengacara Bharada E, Deolipa meminta publik untuk memegang janji Febri Diansyah yang akan objektif saat jadi pengacara Putri Candrawathi.


Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

12 jam lalu

Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Putri candrawathi dan Ferdy Sambo. Begini kata sahabat-sahabatnya eks pegawai KPK, "Mundur!"


Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

13 jam lalu

Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

Johanis Tanak mendapat suara terbanyak dalam voting tertutup yang digelar Komisi III DPR. Setelah ini nama Johanis Tanak diserahkan ke Presiden.


Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

13 jam lalu

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

Eks jubir KPK Febri Diansyah dan mantan penyidik KPK Rasamala Aritonang jadi pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Ini kata Novel Baswedan.


Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

13 jam lalu

Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

Johanis Tanak menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon pimpinan KPK penganti Lili Pintauli pada hari ini. Dia ungkap pentingnya pencegahan.