Baca Pleidoi, Handang Soekarno Minta Ditahan di Lapas Semarang

Reporter

Terdakwa kasus dugaan suap kepengurusan pajak Handang Soekarno memberikan keterangan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 Juni 2017. Sidang mantan Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kemenkeu itu digelar dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.COJakarta - Terdakwa mantan Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan, Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak, Handang Soekarno, meminta ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1A Semarang, Jawa Tengah, jika terbukti bersalah dalam sidang pleidoi, hari ini, 10 Juli 2017. Ia menuturkan ingin dekat dengan ketiga putrinya dalam masa hukuman nanti. “Saya melampirkan secara khusus permohonan saya,” katanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin. 

Handang merupakan terdakwa kasus suap pengurusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP). Ia diduga menerima duit Rp 1,9 miliar dari pimpinan PT EKP Ramapanicker Rajamohanan Nair untuk mengurus persoalan pajak perusahaan itu. 

Baca juga: Sidang Suap Pajak, Direktur EKP Akui Minta Bantuan Handang

Dalam sidang pembelaan hari ini, Handang mengungkapkan alasan ingin ditahan di Semarang. Ia menyebut memiliki persoalan telah berpisah dengan istrinya. Dia mengatakan memiliki tiga putri yang hak asuhnya ia miliki. Sebagai orang tua, dia ingin tetap memberikan tanggung jawab kepada ketiga putrinya.

Handang menilai sifat hukuman bukanlah penyiksaan. Karena itu, ia meminta hukuman yang diterima sebaiknya tidak menjauhkan dia dari ketiga putrinya. 

Dalam pleidoinya, Handang mengaku bersalah melanggar kode etik. Ia menilai kasus yang menjeratnya membuat masa depan dan nasibnya berantakan. “Saya mengakuinya dan sangat menyesal,” ujarnya. 

Sebelumnya, Handang dituntut dengan pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 750 juta dengan subsider 6 bulan kurungan. 

Tim jaksa penuntut umum meyakini Handang bersalah dalam dakwaan alternatif pertama Pasal 12 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Handang diyakini menerima duit Rp 1,9 miliar dari Direktur Utama PT EK Prima Ekspor Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair untuk mengurus persoalan pajak.

DANANG FIRMANTO






Breaking News: KPK Resmi Tahan Hakim Agung Sudrajad Dimyati

4 hari lalu

Breaking News: KPK Resmi Tahan Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Hakim Agung Sudrajad Dimyati resmi ditahan KPK hari ini. Dia ditahan sebagai tersangka kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung.


Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati, KPK Geledah Mahkamah Agung

4 hari lalu

Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati, KPK Geledah Mahkamah Agung

Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati terus didalami KPK. Hari ini penyidik menggeledah gedung Mahkamah Agung.


Surya Darmadi Kembali Sebut Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Mengada-Ada

9 hari lalu

Surya Darmadi Kembali Sebut Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Mengada-Ada

Surya Darmadi menyatakan dirinya seharusnya hanya mendapatkan sanksi administratif, bukan pidana.


Kasus Suap Rektor Unila Karomani, KPK Tanya Ini Kepada Saksi Tjitjik

17 hari lalu

Kasus Suap Rektor Unila Karomani, KPK Tanya Ini Kepada Saksi Tjitjik

Prof Karomani yang saat itu menjabat Rektor Unila terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Sabtu, 20 Agustus 2022, di Bandung karena kasus suap.


Diduga Terima Uang Suap Kasus Judi Online, Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Terancam PTDH

20 hari lalu

Diduga Terima Uang Suap Kasus Judi Online, Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Terancam PTDH

Sanksi PTDH adalah ancaman maksimal terhadap pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan Kanit Reskrim Polsek Penjaringan dan 7 anak buahnya.


KPK Undang LPSK untuk Dalami Dugaan Suap Kasus Ferdy Sambo

36 hari lalu

KPK Undang LPSK untuk Dalami Dugaan Suap Kasus Ferdy Sambo

Saat itu LPSK mendatangi Ferdy Sambo di kantornya untuk membicarakan permintaan perlindungan dari istrinya, Putri Candrawathi dan Bharada E.


Kasus Suap Rektor Unila Disebut Mencoreng Dunia Pendidikan

36 hari lalu

Kasus Suap Rektor Unila Disebut Mencoreng Dunia Pendidikan

Ketua PP Muhammadiyah Anwar menyebut kasus suap yang diduga dilakukan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani mencoreng dunia pendidikan.


Rektor Unila Tersangka Dugaan Suap, Kampus Pastikan Kuliah Berjalan Normal

36 hari lalu

Rektor Unila Tersangka Dugaan Suap, Kampus Pastikan Kuliah Berjalan Normal

Pimpinan Unila menyatakan semua aktivitas belajar mengajar dan pelayanan dasar Unila tetap berjalan sebaik-baiknya


Unila Beri Bantuan Hukum pada Rektornya yang Kena Kasus di KPK

37 hari lalu

Unila Beri Bantuan Hukum pada Rektornya yang Kena Kasus di KPK

KPK menetapkan 4 tersangka dalam kasus suap penerimaan mahasiswa baru. Tiga di antaranya pejabat Unila.


Rektor Unila Kutip Rp 350 Juta ke Orang Tua yang Ingin Anaknya Dibantu Lolos Seleksi

37 hari lalu

Rektor Unila Kutip Rp 350 Juta ke Orang Tua yang Ingin Anaknya Dibantu Lolos Seleksi

KPK telah menetapkan Rektor Unila Karomani sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.