Kesal Menteri Muhadjir Soal Jual Beli Kursi di Sekolah Favorit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, GRESIK-  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyoroti praktik jual beli "kursi" pada sejumlah sekolah favorit. Menurut Muhadjir, jika praktik jual beli itu masih berlangsung, tidak akan ada kompetisi bagi siswa.

    "Jangan sampai ada jual beli kursi, itu tidak boleh, dan saya melarang keras," kata Muhajir setelah menghadiri acara "Akhirussannah" di Pondok Pesantren Maskumambang, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu, 9 Juli 2017.

    SIMAK: Sekolah Dicitrakan Kaya, Banyak Siswa Miskin Yogya Tak Masuk Kuota

    Karena itu, Muhadjir meminta agar penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tidak melaksanakan praktik curang. Ia mengaku untuk PPDB, pihaknya tidak memberi tekanan terkait dengan sistem yang berjalan selama ini dan memberikan ruang pada daerah masing-masing.

    SIMAK: Temuan ORI, Jakarta Masih Ladang Subur Pelanggaran PPDB

    "Semisal ada sekolah yang sudah terlanjur menerima siswa lebih dari pagu. Selama tidak banyak, hal itu masih dimaklumi. Sebab, intinya tidak boleh ada yang tidak sekolah," tuturnya.

    Muhadjir menekankan pemberlakuan sekolah 12 tahun adalah wajib bagi semua siswa dan tidak ada alasan bagi siswa miskin untuk tidak sekolah.

    "Intinya kami menjamin semua siswa harus sekolah. Tidak boleh ada siswa yang tidak sekolah, terutama siswa miskin," ujarnya.


    ANTARA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.