Sekjen Golkar: Setya Novanto Bakal Memenuhi Panggilan Ulang KPK

Reporter

Ketua DPR Setya Novanto saat melakukan sidak di Gedung Telkomsel Smart Office, Jakarta Selatan, 21 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta --Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyatakan  Setya Novanto sedang tidak dalam kondisi sehat saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil untuk pemeriksaan kasus dugaan korupsi e-KTP.

Kemangkiran Ketua Umum Partai Golkar itu, menurut Idrus, tidak ada kaitannya dengan pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo soal bakal ada tersangka baru dalam kasus e-KTP.

Baca: Setya Novanto Sakit Vertigo Batal Diperiksa KPK untuk Kasus E-KTP

"Oh tidak ada. Itu kan Pak Novanto sudah mengirim surat sebelum pernyataan itu. Tidak ada kaitan itu," kata Idrus saat menjawab pertanyaan pers di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Minggu, 9 Juli 2017.

Setya Novanto dipanggil KPK untuk pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi e-KTP pada 7 Juli lalu. Namun Setnov -sapaan akrab Novanto- tidak memenuhinya karena mengalami vertigo.

Simak: Jaksa Sebut Setya Novanto Terbukti Terlibat Korupsi E-KTP

Menurut Idrus, pemberitahuan soal ketidakhadiran itu telah disampaikan ke KPK disertai surat keterangan dokter. "Dan tentu kita tahu kalau orang tidak sehat lalu diperiksa maka itu pasti akan gangguan," kata Idrus.

Idrus menyatakan Setnov bakal memenuhi panggilan ulang KPK saat kondisinya pulih. "Karena itu kita tunggu dan kita doakan agar Setya Novanto kesehatannya pulih kembali dan tentu panggilan KPK akan dipenuhi," kata Idrus.

Lihat: Ditanya Soal Hak Angket KPK, Ketua DPR Setya Novanto Bungkam

Agus Rahardjo sebelumnya menyatakan bakal ada tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Kasus tersebut merugikan negara dengan nilai Rp 2,1 triliun.

AMIRULLAH SUHADA






Soal Kasus Lukas Enembe, Mahfud MD: Jika Tak Ada Penyalahgunaan, Saya Jamin Dia Tidak Diapa-apakan

8 jam lalu

Soal Kasus Lukas Enembe, Mahfud MD: Jika Tak Ada Penyalahgunaan, Saya Jamin Dia Tidak Diapa-apakan

Mahfud MD menjamin pemeriksaan Lukas Enembe sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, termasuk memberikan perlindungan hukum kepadanya jika tak salah


KPK Tuntut Bupati Langkat Nonaktif Terbit Perangin Angin 9 Tahun Penjara

11 jam lalu

KPK Tuntut Bupati Langkat Nonaktif Terbit Perangin Angin 9 Tahun Penjara

Jaksa KPK juga menuntut hak politik Bupati Langkat nonaktif Terbit Perangin Angin dicabut selama lima tahun setelah menjalani pidana.


Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

12 jam lalu

Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

Kapolri mengatakan penyiapan personel untuk membantu KPK menangkap Lukas Enembe itu adalah upaya Polri mendukung pemberantasan korupsi.


KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Tujuh Saksi dalam Kasus Suap Rektor Unila

13 jam lalu

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Tujuh Saksi dalam Kasus Suap Rektor Unila

KPK jadwalkan ulang pemeriksaan tujuh saksi dalam kasus suap Rektor Unila. Mereka tidak hadir dalam pemeriksaan hari kamis kemarin


KPK Dalami Arahan Rektor Unila Nonaktif Soal Seleksi Tertutup Mahasiswa Baru

14 jam lalu

KPK Dalami Arahan Rektor Unila Nonaktif Soal Seleksi Tertutup Mahasiswa Baru

KPK memeriksa empat orang saksi dalam kasus suap dan gratifikasi yang menyeret Rektor Unila Karomani.


Apa Itu Restorative Justice dan Ketentuan Penerapannya?

15 jam lalu

Apa Itu Restorative Justice dan Ketentuan Penerapannya?

Pengertian dari restorative justice tertuang di dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020


Jadi Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak Punya Harta Rp 8,9 Miliar

19 jam lalu

Jadi Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak Punya Harta Rp 8,9 Miliar

Johanis Tanak terakhir kali melaporkan hartanya pada 14 April 2022. Kala itu jabatannya adalah jaksa fungsional menjelang pensiun.


Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

22 jam lalu

Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

Lukas Enembe dua kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Beralasan sakit.


Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

1 hari lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.


Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

1 hari lalu

Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Paulus Waterpauw mengusulkan ke KPK untuk tidak memberi izin Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke luar negeri.