Satpol PP Kota Kediri Menangkap Pelajar SD Pesta Minuman Keras  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Eric Ireng

    ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Kediri – Aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kediri menangkap sekelompok pelajar sekolah dasar tengah pesta minuman keras. Dalam razia yang dilakukan Minggu dinihari, 9 Juli 2017, Satpol PP menemukan sejumlah anak tengah teler di Memorial Park, depan kompleks taman makam pahlawan.

    Mereka ditemukan tengah tiduran. Sebagian muntah-muntah di areal taman. “Saat kami tangkap ternyata masih anak sekolah dasar,” kata Nurkamid, Kepala Satpol PP Kota Kediri, kepada Tempo, Minggu siang.

    Baca: Razia Satpol PP, Puluhan Sepeda Motor Pelajar Dikandangin

    Meski dalam kondisi mabuk, anak-anak itu berhasil melarikan diri dan hanya meninggalkan seorang rekan mereka yang teler. Bocah laki-laki ini mengaku masih duduk di kelas V sekolah dasar di Kecamatan Kota Kediri. Satpol PP menemukan sisa minuman keras yang baru mereka tenggak.

    Setelah membawa bocah itu ke kantor Satpol PP, Nurkamid menghubungi pihak sekolah dan dinas pendidikan setempat. Dia meminta kepada para pendidik untuk lebih memperketat pengawasan perilaku anak di luar sekolah.

    Simak: Polisi Bekasi Gerebek Rumah untuk Memproduksi Miras Ilegal

    Sebelumnya, petugas juga menangkap sepasang muda-mudi tengah berhubungan intim di permakaman umum Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Berdalih mencari tempat sepi dan aman, mereka menggunakan lokasi kuburan Cina untuk berbuat mesum. “Saat kami tangkap mereka sedang berhubungan intim,” kata Nurkamid mengeluhkan.

    Nurkamid terkejut saat mengetahui status muda-mudi itu masih pelajar. Pelaku pria duduk di bangku SMA, sedangkan pasangannya di bangku SMP. Diduga mereka telah melakukan perbuatan asusila itu lebih dari sekali. Lokasi makam tersebut kerap menjadi ajang mesum meski selalu dirazia oleh petugas keamanan.

    Lihat: 4 Pelajar Tepergok Mesum di Bilik Warnet, Kondom Tercecer

    Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta para orang tua mengendalikan penggunaan gawai (gadget) oleh anak-anaknya. Penggunaan gadget yang terhubung dengan Internet kerap membawa mereka menyaksikan hal-hal yang belum saatnya ditonton. “Jangan senang kalau anak diam di rumah sambil memelototi HP,” ujarnya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.