Polisi Kediri Mengusut Penggelapan 42 Mobil Rental Selama Ramadan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Eric Ireng

    ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Kediri – Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Kediri Ajun Komisaris Ridwan Sahara mengatakan sedikitnya 42 pemilik mobil melaporkan kehilangan  kendaraan selama Ramadan kemarin. “Mereka menjadi korban penyewa mobil yang direntalkan,” kata Ridwan kepada Tempo, Minggu, 9 Juli 2017.

    Menurut dia, banyak pemilik mobil yang tergiur menyewakan kendaraan mereka kepada jasa rental. Mereka berharap kendaraan itu bisa disewakan kepada orang lain mengingat permintaan jasa penyewaan kendaraan meningkat selama Lebaran. Rata-rata para penyewa berdalih ingin menggunakan kendaraan tersebut untuk bersilaturahmi dengan kerabat di Bulan Suci dan hari raya.

    Baca: Bisnis Rental Panen Menjelang Lebaran, TRAC Banjir Order

    Hasil penyelidikan kepolisian menemukan indikasi bahwa pelaku penggelapan kendaraan rental ini adalah sindikat. Mereka mengincar kendaraan rental untuk disewa dan dilarikan setelah mencopoti semua peralatan GPS. Akibatnya pemilik kendaraan tak lagi bisa melacak keberadaan kendaraan mereka. “Awalnya pembayaran lancar, tapi setelah masa sewa diperpanjang baru dilarikan,” ujar Ridwan.

    Polisi masih memburu keberadaan para anggota sindikat pencuri mobil rental tersebut. Sampai saat ini polisi baru menemukan dua unit kendaraan dari 42 mobil yang digelapkan. Dua mobil itu ditemukan di luar Kota Kediri dan dititipkan di salah satu rumah warga. Pelaku sengaja membawa kabur kunci mobilnya agar tak bisa dikendarai.

    Simak: Mudik Lebaran 2017, Bisnis Rental Panen Pelanggan Mobil Mewah

    Muhamad Ibad, salah satu pemilik mobil yang raib, mengaku baru kali ini menyewakan kendaraannya. Sebelumnya, dia memakai sendiri kendaraan jenis Daihatsu Ayla keluaran tahun 2015 untuk operasional keluarga. Namun setelah melihat hasil yang diperoleh rekannya dari menyewakan mobil, dia tergerak menitipkan mobilnya ke jasa penyewaan. “Sampai saat ini tak terlacak lagi,” ucap dia.

    Ibad mengaku mempercayakan mobilnya kepada seorang teman yang memang sudah lama menyewakan mobil. Pada awalnya dia sempat menerima pembayaran dengan biaya sewa Rp 150 ribu per hari. Namun lama-lama mobilnya tak bisa dilacak setelah berpindah tangan kepada orang lain.

    Lihat: Kiat Mudik Pakai Mobil Rental

    Banyaknya kasus penggelapan mobil ini membuat para pemilik jasa ketar-ketir. Tak sedikit dari mereka yang memperketat proses peminjaman dengan berbagai syarat. “Saya tak akan pernah melepas kunci kepada orang yang tidak dikenal,” ujar Fedo Pradistya, pemilik jasa persewaan.

    Menurut Fedo, rata-rata kasus ini menimpa orang-orang yang baru terjun di bisnis ini. Mereka langsung mempercayakan mobilnya kepada teman untuk mengelola peminjamannya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.