Rabu, 21 Februari 2018

Muhammadiyah: Literasi Jadi Benteng dari Serangan Radikalisme  

Oleh :

Tempo.co

Minggu, 9 Juli 2017 14:37 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammadiyah: Literasi Jadi Benteng dari Serangan Radikalisme  

    Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan Presdien Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan literasi menjadi benteng terbaik dari invasi ideologi dan paham radikal. Tak lupa, bekal agama yang moderat.

    Haedar mengatakan literasi dapat membantu masyarakat cerdas dan berpikir kritis. Masyarakat yang terdidik bisa melawan paham tersebut dengan cara yang bukan radikal. "Karena kalau radikal dilawan radikal, akan menimbulkan radikal yang baru," ujarnya saat ditemui di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta, Minggu, 9 Juli 2017.

    Menurut dia, paham radikal sering timbul karena dipicu paham lainnya. Misalnya, radikal Islam mungkin muncul karena paham sekuler atau komunis.

    Haedar mengatakan literasi merupakan upaya jangka panjang. Jika diperlukan penindakan, langkah yang ditempuh harus sesuai jalur hukum dan dilakukan saksama tanpa gegabah.

    Menurut Haedar, paham radikal yang melahirkan kekerasan dan menimbulkan korban tidak akan diterima Islam, sama seperti tindakan ISIS. Dia mengatakan gerakan tersebut kini menjadi masalah besar bagi Islam dan dunia. Dia mengatakan tak ada toleransi bagi tindakan radikal seperti itu.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Penilaian Kementerian LHK soal Tiga Bulan Bersih Sampah

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan penilaian kinerja pemerintah dan masyarakat terait program Tiga Bulan Bersih Sampah.