Gempa Banten 5,5 Skala Richter Terasa Hingga Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gempa tektonik yang berasal dari selatan Banten, Ahad, 9 Juli 2017 pukul 05.48  WIB terasa meluas ke Jakarta hingga Garut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisis, gempa bermagnitudo 5,1 pada Skala Richter itu yang sebelumnya tercatat 5,5 Skala Richter, tidak menimbulkan tsunami.

    Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono menyatakan lewat keterangan tertulisnya, penyebab gempa adalah aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia yang melaju 70 milimeter per tahun.

    Baca: Gempa 6,3 SR Guncang Sukabumi, Getarannya Terasa di Jakarta

    Episenter atau pusat gempa berada pada koordinat 7,66 LS dan 105,85 BT. "Tepatnya di laut pada jarak 96 kilometer arah barat daya kota Pelabuhan Ratu pada kedalaman 55 kilometer," kata Daryono, Ahad, 9 Juli 2017.

    Dampak gempa seperti tergambar di peta tingkat guncangan BMKG menunjukkan daerah Malingping, Bayah, Cikawung, Pasirnangka, Barengkok, dan Ujunggenteng, merasakan gempa berskala intensitas II versi BMKG atau III MMI.

    Kepala Badan Geologi Ego Syahrial mengatakan daerah di sekitar pusat gempa yang terlanda guncangan disusun oleh endapan aluvial pantai, sungai, rombakan gunung api, dan batuan sedimen Tersier yang sebagian telah mengalami pelapukan.

    Batuan itu pada umumnya bersifat urai, lepas, dan belum kompak. "Itu bisa memperkuat efek guncangan, sehingga rawan terhadap gempa," kata  Ego.

    Seorang warga di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kiki Kurnia, mengatakan guncangan yang lemah selama sekitar lima detik. "Mengagetkan, orang rumah berlarian keluar," kata Kiki.

    Gempa Banten itu juga terasa di Bogor, Garut, dan Bandung dengan skala intensitas I versi BMKG atau I-II MMI. Sementara di Jakarta Selatan, gempa dilaporkan terasa lemah di gedung bertingkat.

    Menurut catatan BMKG, dari lokasi sumber gempa itu di sebelah selatannya ada episenter yang pernah menimbulkan gempa kuat bermagnitudo 7,9. Kejadian pada 27 Februari 1903 itu menimbulkan kerusakan bangunan di wilayah Banten, sementara laporan tsunami nihil.

    Baca juga: Gempa Sukabumi Tidak Berpotensi Merusak Bangunan

    "Ini merupakan catatan penting bahwa zona sumber gempa di wilayah selatan Banten memang berpotensi terjadi gempa kuat," kata Daryono.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.