Ultah ke-60, Moeldoko Pilih Merayakan Bersama Seniman di Solo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal (Purn) Moeldoko bersama Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memotong tumpeng di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Sabtu 8 Juni 2017. Moeldoko merayakan ulang tahunnya ke-60 yang bertepatan dengan ulang tahun Wayang Orang Sriwedari ke-107. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal (Purn) Moeldoko bersama Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memotong tumpeng di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Sabtu 8 Juni 2017. Moeldoko merayakan ulang tahunnya ke-60 yang bertepatan dengan ulang tahun Wayang Orang Sriwedari ke-107. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    TEMPO.CO, Surakarta - Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal (Purn) Moeldoko merayakan ulang tahunnya ke-60, Sabtu malam 8 Juli 2017. Dia memilih merayakannya bersama masyarakat dan seniman di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari Solo.

    Kebetulan, GWO Sriwedari juga tengah memperingati ulang tahunnya ke-107. “Saya senang bisa merayakan hari bahagia ini bersama masyarakat dan seniman,” kata dia usai menyaksikan pertunjukan wayang orang Sabtu 8 Juli 2017.

    Sebelum pertunjukan, sejumlah penari membawa dua tumpeng ke atas panggung. Satu tumpeng dipotong oleh Moeldoko, sedangkan satunya lagi dipotong oleh Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo secara bersamaan.

    Baca: Pimpin HKTI, Moeldoko Ajak Anak Muda Kembangkan Sektor Pertanian

    Menurut Moeldoko, kegiatannya itu merupakan bentuk kepeduliannya terhadap kesenian yang sudah langka itu. “Saya membawa kerabat serta kolega agar lebih mengenal kesenian ini,” katanya.

    Sebelum bertolak ke Solo, Moeldoko mengaku mengisi hari ulang tahunnya dengan mengunjungi Museum Ahmad Yani di Jakarta. “Di usia 43 tahun, beliau gugur sebagai seorang pahlawan,” katanya. Di usia 60 tahun ini, Moeldoko berharap bisa menyumbang tenaga dan pikiran untuk bangsa dan negara.

    Sedangkan FX Hadi Rudyatmo berharap semakin banyak pihak yang menunjukkan kepeduliannya terhadap kesenian wayang orang. “Sehingga kesenian adiluhung ini bisa terus lestari,” katanya.

    Sehari sebelumnya, GWO Sriwedari juga menerima bantuan dari PT Kereta Api Indonesia (persero) senilai Rp 223 juta. Bantuan itu digunakan untuk kegiatan wayang orang yang rutin berpentas tiap malam.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.