Akibat Konvergensi, Cuaca di Lombok Diperkirakan Hujan Ringan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panorama deretan perbukitan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 30 April 2017. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat bertandang ke Pulau Lombok. ANTARA FOTO

    Panorama deretan perbukitan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 30 April 2017. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat bertandang ke Pulau Lombok. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Mataram - Pusaran angin tertutup di sebelah barat pulau Kalimantan menarik massa udara di wilayah Pulau Lombok. Kondisi ini menimbulkan konvergensi atau menurunnya kecepatan angin sehingga terjadi  pertumbuhan awan.

    “Diprediksi dalam 3 hari kedepan cuaca di wilayah Lombok dan sekitarnya adalah berawan hingga hujan ringan,”  ujar Prakirawati Stasiun Meteorologi Bandar Udara International Lombok (Stamet BIL), Maria Carine dalam keterangan persnya Sabtu 8 Juli 2017.

    Data kelembaban udara pada lapisan 850 hingga 700 mb menunjukkan bahwa kondisi udara di wilayah pulau Lombok cukup lembab. Sejak Jumat sore, 7 Juli 2017 hingga hari ini, terjadi tiupan angin sedikit kencang dan  gerimis tiada henti.

    Menurut Maria Carine, prakiraan itu berdasar data angin yang diperoleh dari model Australia.
    Kondisi cuaca tersebut berdampak terjadinya hujan dengan intesitas ringan di wilayah Pulau Lombok.

    Sebelumnya, prakirawan Stamet BIL Ari Wibianto merilis prakiraan cuaca tujuh hari kedepan. Suhu udara berkisar 21 – 33 derajat Celsius. Angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan angin maksimum 30 kilometer per jam.

    Tingi gelombang di Selat Lombok, Selat Alas dan Selat Sape mulai dari 0,5 meter hingga tiga meter. ‘’Demikian pula di perairan utara dan selatan Nusa Tenggara Barat, tinggi gelombang bisa 3,5 meter,’’ ujarnya.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.