Ketua MPR: Umat Islam Bersatu, Jangan Ribut Lagi Soal Jenggot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan saat menyampaikan kata sambutan pada kunjungannya di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, 4 Maret 2016. Pimpinan MPR juga menyuarakan pentingnya penguatan BNN seperti KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan saat menyampaikan kata sambutan pada kunjungannya di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, 4 Maret 2016. Pimpinan MPR juga menyuarakan pentingnya penguatan BNN seperti KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR Zulkifli Hasan mengimbau agar sesama umat Islam bersatu dan tidak lagi mempermasalahkan perbedaan antar-golongan untuk hal-hal yang tidak bersifat prinsip. Menurut dia, bila sesama umat terpecah belah, di saat bersamaan negara akan dikuasai asing.

    "Jadi jangan lagi kita ribut soal jenggot atau tidak jenggotan, celana cingkrang atau tidak, tarawih 23 rakaat atau 11 rakaat dan lainnya. Hormati sikap masing-masing jauh lebih baik," kata Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 8 Juli 2017.

    Baca juga:
    Zulkifli Hasan: Pansus Hak Angket Harusnya Menguatkan KPK
    Ketua MPR Minta Pemerintah Tunda Pemindahan Ibu Kota

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini menuturkan bila sesama umat dan rakyat Indonesia bersatu, dapat menjadi kekuatan untuk menjaga tanah, tambang, dan kekayaan alam sehingga tidak mudah dikuasai asing.

    Zulkifli mengutip pesan mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi, agar umat Islam bersatu dan tidak lagi persoalkan perbedaan. "Almarhum pernah sampaikan ‘Kalau beda ya jangan disama-samakan. Tapi kalau sama ya jangan dibeda-bedakan’," ujarnya.

    Selain itu, kesolidan umat Islam bisa dikonversi menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Menurut dia, umat Islam akan mandiri dan berdaulat dengan kekuatan ekonominya. "Bayangkan kalau umat Islam bersatu memperkuat ekonomi umat dari produksi, distribusi, sampai konsumsi,” kata Ketua MPR Zulkifli Hasan.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.