Hadiri Pesta Marga Simbolon, JK Ungkit Keberagaman Adat: Horas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi pusat perbelanjaan di Makassar, 28 Juni 2017. Foto: Sekretariat Wakil Presiden.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi pusat perbelanjaan di Makassar, 28 Juni 2017. Foto: Sekretariat Wakil Presiden.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla datang menghadiri puncak Pesta Bolon Simbolong yang merupakan syukuran akbar masyarakat Batak khususnya keluarga Simbolon. Saat memberi sambutan, JK sempat menyorot pentingnya keberagaman suku dan adat istiadat di Tanah Air.

    "Kekuatan bangsa ini justru karena perbedaan. Kita mempunyai begitu banyak suku bangsa yang mempunyai bahasa, kebiasaan adat yang berbeda," ujar Wapres JK dalam acara yang digelar di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Juli 2017.

    Baca juga:

    Wapres JK hadiri Pembukaan Pesta Bolon Simbolon 2017

    Kalla pun memuji keterbukaan setiap suku yang mendiami Indonesia. Mayoritas masyarakat Batak disebutnya bersikap dinamis, namun jujur menyampaikan pendapat.

    "Kita berada di keluarga suku batak yang dinamis, dan kadang kadang meledak meledak begitu, yang berbicara terus terang dan memiliki keterbukaan," ujarnya sembari tertawa.

    Menurut dia, Indonesia nyaman ditinggali karena sifat masyarakatnya yang terbuka. Hal itu pun menyebabkan budaya merantau menjadi menyenangkan.

    Baca pula:

    Anak Kalla Laporkan Ketua Umum Solmet karena Dinilai Lecehkan JK

    "Coba bayangkan negeri ini pecah belah, orang Batak, Sulawesi, atau Jwa harus pake paspor untuk mendatangi satu sama lain. Karena itulah kita harus bersama sama menjaga kesatuan kita," kata dia.

    Panggung megah dengan hiasan adat Batak menghiasai Puncak Pesta Bolon Simbolon tersebut. Salam khas masyarakat Batak 'Horas' yang diteriakkan Kalla hingga tiga kali pun disambut meriah oleh ratusan masyarakat dan simpatisan Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) hadir.

    Pesta Bolon Simbolon yang dihadiri JK ini, diisi dengan pameran seni dan budaya selama olahraga, peragaan busana dan desain, serta pertunjukan musik. Kegiatan lima tahunan ini pertama dilaksanakan di Parbaba Samosir, Sumatera Utara pada 2007, kemudian di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Juli 2012. 

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.