Jusuf Kalla: Tak Ada Istilah Buntu Bahas RUU

Reporter

Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku keluarga Afif juga turut menghadiri acara lamaran dan perkenalan kedua belah pihak keluarga besar Bella maupun Afif ini. instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan tidak ada istilah jalan buntu dalam pembahasan rancangan undang-undang seperti RUU Antiterorisme dan RUU Pemilu di Dewan Perwakilan Rakyat. Sebab, parlemen sudah punya mekanisme sendiri dalam pengambilan keputusan.

"Masalah di DPR tidak pernah macet karena selalu ada jalan akhir, yaitu voting," kata Kalla di Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 7 Juli 2017. Namun akan lebih baik bila pembahasan RUU selesai dengan cara musyawarah.

Baca juga: Wapres JK: Revisi UU Anti-terorisme untuk Cegah Serangan Teroris

Oleh sebab itu, Kalla tak memandang masalah bila pemerintah ingin berkonsultasi dengan parlemen. Tujuannya agar mekanisme pembuatan undang-undang bisa berjalan dengan cara musyawarah bukan voting.

Saat ini setidaknya ada dua RUU yang alot dibahas di DPR. Keduanya ialah RUU Terorisme dan RUU Pemilihan Umum.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki menyatakan pertemuan antara pimpinan DPR dengan presiden membahas soal RUU merupakan hal lumrah. Langkah tersebut dinilai baik untuk mempercepat pembahasan RUU. "Saya kira pemerintah juga berkepentingan misalnya untuk percepatan revisi UU Terorisme," ucap Teten kemarin.

Dalam hal RUU Terorisme, kata Teten, salah satu pembahasan yang krusial ialah kekhawatiran parlemen terjadinya penyimpangan kekuasaan. Penyimpangan itu berpotensi melanggar hak asasi manusia. "Tidak mungkin di era demokrasi pemerintah lakukan abuse of power," kata dia.

ADITYA BUDIMAN






JK Akui Pertama Kali Usulkan Sistem Proporsional Terbuka

22 hari lalu

JK Akui Pertama Kali Usulkan Sistem Proporsional Terbuka

JK mengatakan dalam pelaksanaannya sistem proporsional tertutup calon cenderung tidak berkampanye melainkan partai yang kampanye.


Ferry Mursyidan Baldan Wafat, JK: Baktinya Banyak untuk Bangsa dan Negara

2 Desember 2022

Ferry Mursyidan Baldan Wafat, JK: Baktinya Banyak untuk Bangsa dan Negara

Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan pekan lalu sempat menghadiri acara KAHMI di Palu bersama Jusuf Kalla.


Ferry Mursyidan Baldan Wafat, Jokowi: Dunia Perpolitikan Kehilangan Tokoh yang Baik

2 Desember 2022

Ferry Mursyidan Baldan Wafat, Jokowi: Dunia Perpolitikan Kehilangan Tokoh yang Baik

Jokowi mengenang Ferry Mursyidan Baldan sebagai sosok yang sangat baik dan bisa berkomunikasi dengan siapa pun.


Acara Makan Malam KTT G20 Bikin Megawati dan SBY Duduk Satu Meja

15 November 2022

Acara Makan Malam KTT G20 Bikin Megawati dan SBY Duduk Satu Meja

Megawati dan SBY turut hadir di acara jamuan makan malam KTT G20 di Bali bersama mantan presiden dan wakil presiden RI lainnya


Deretan Wakil Presiden Indonesia Era Reformasi

15 November 2022

Deretan Wakil Presiden Indonesia Era Reformasi

Dalam sistem tata negara Indonesia, peran wakil presiden tidak dapat dikesampingkan.


Agar Inovasi Bisa Dikomersialkan, JK Usul Mahasiswa Teknik Dapat Mata Kuliah Bisnis Satu Semester

13 November 2022

Agar Inovasi Bisa Dikomersialkan, JK Usul Mahasiswa Teknik Dapat Mata Kuliah Bisnis Satu Semester

JK meminta perguruan tinggi memperkuat kolaborasi antara penelitian dan bisnis yang lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia.


Pesantren Darunnajah Kini Punya Universitas, Jusuf Kalla Apresiasi Ada Fakultas Bisnis

7 November 2022

Pesantren Darunnajah Kini Punya Universitas, Jusuf Kalla Apresiasi Ada Fakultas Bisnis

Universitas Darunnajah mempunyai tiga fakultas, yakni FAI, Fakultas Bisnis dan Fakultas Sains dan Teknologi.


Dua Tahun Terhenti, UGM Gelar Lagi Anugerah HB IX Award pada Desember 2022

31 Oktober 2022

Dua Tahun Terhenti, UGM Gelar Lagi Anugerah HB IX Award pada Desember 2022

UGM memastikan kembali menggelar Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX Award saat dies natalis ke-73.


Luhut Bantah Klaim JK soal Pekerja Smelter Nikel dari Cina

29 Oktober 2022

Luhut Bantah Klaim JK soal Pekerja Smelter Nikel dari Cina

Menurut Luhut, saat awak smelter berdiri memang banyak pekerja Cina yang dipekerjakan.


Tanggapi Jusuf Kalla soal Cawapres Anies Baswedan, Andi Arief: Elektabilitas dan Popularitas itu Penting

29 Oktober 2022

Tanggapi Jusuf Kalla soal Cawapres Anies Baswedan, Andi Arief: Elektabilitas dan Popularitas itu Penting

Andi Arief menilai elektabilitas cawapres penting untuk mendorong Anies Baswedan memenangkan Pilpres 2024.