Hak Angket KPK, Kenapa Taufiqurrahman Ruki Nantikan Sikap Jokowi?  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (tengah) bersama mantan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki (kiri) dan Abraham Samad (kanan) bergegas seusai menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, 11 April 2017. Penyidik senior KPK Novel Baswedan diserang dengan air keras. ANTARA/Aprillio Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Taufiqurrahman Ruki, menanti sikap tegas Presiden Joko Widodo terhadap polemik hak angket KPK yang digulirkan DPR. Ia mengatakan, sebagai kepala negara, mestinya Jokowi memiliki komitmen kuat dalam memberantas korupsi.

"Kita memerlukan pemimpin yang punya strong dan sustainable commitment dalam pemberantasan korupsi," katanya setelah menghadiri halalbihalal di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Juli 2017.

Baca: Pansus Angket KPK Temui Koruptor, Bambang: Melawan Kewarasan

Ruki mengatakan, dari pengalamannya mengikuti beberapa presiden, pemberantasan korupsi seolah-olah hanya konsumsi saat pemilihan umum. "Tapi bagaimana sesudahnya? Itu menunjukkan bahwa komitmennya tidak kuat," ujarnya.

Menurut Ruki, untuk memberantas korupsi di negeri ini membutuhkan dua orang hebat. Pertama adalah presiden, kedua adalah Ketua Mahkamah Agung. 

"Kapolri dan Jaksa Agung enggak perlu hebat-hebat amat. Kalau enggak hebat, ganti aja. Itu hak prerogatif presiden. Menteri juga yang penting punya integritas dan kompetensi yang bagus," ujarnya.

Simak pula: Hak Angket KPK, 400 Guru Besar Minta Jokowi Bersikap

Adapun mantan Ketua KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, berharap pemerintah terus berkomitmen mempertahankan lembaga antirasuah. Sebab, alasan lahirnya era reformasi adalah untuk menunjukkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

"Itu kesepakatan di dalam Tap MPR zaman dulu. Kita tentu berharap pemerintah dan kalau kita lihat pemerintah mendukung 100 persen kegiatan yang dilakukan KPK," ucapnya terkait dengan hak angket KPK oleh DPR.

MAYA AYU PUSPITASARI






Dinasti Politik Keluarga Jokowi Mencuat, DPR Disarankan Bikin Aturan Khusus

2 jam lalu

Dinasti Politik Keluarga Jokowi Mencuat, DPR Disarankan Bikin Aturan Khusus

Aturan soal dinasti politik dinilai perlu dibuat setelah putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, menyatakan juga ingin masuk ke dunia politik.


Airlangga Sebut Industri Karet Berkontribusi Rp 69,07 Triliun terhadap PDB Nasional

3 jam lalu

Airlangga Sebut Industri Karet Berkontribusi Rp 69,07 Triliun terhadap PDB Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah mendorong perkembangan industri karet.


Kaesang Mau Terjun ke Politik, Gibran Kasih Nasihat Agar Sowan ke Senior

3 jam lalu

Kaesang Mau Terjun ke Politik, Gibran Kasih Nasihat Agar Sowan ke Senior

Gibran memberi nasihat pada adiknya Kaesang yang ingin terjun ke dunia politik. Salah satunya agar sowan ke senior.


Survei SMRC: 22 Persen Publik Tahu Jokowi Terbitkan Perpu Cipta Kerja, 48 Persennya Dukung

3 jam lalu

Survei SMRC: 22 Persen Publik Tahu Jokowi Terbitkan Perpu Cipta Kerja, 48 Persennya Dukung

Dalam survei SMRC, terdapat 22 persen publik yang mengetahui Jokowi terbitkan Perpu Cipta Kerja. Dari jumlah itu, sebanyak 48 persen mendukung perpu.


Dukungan Parpol untuk Kaesang Diperkirakan Kendur Setelah Jokowi Lengser

6 jam lalu

Dukungan Parpol untuk Kaesang Diperkirakan Kendur Setelah Jokowi Lengser

Pengamat politik Adi Prayitno memperkirakan dukungan partai politik untuk Kaesang Pangarep mengendur setelah Jokowi tak lagi presiden.


Isu Reshuffle Rabu Pon 1 Februari, Jokowi Justru Akan ke Bali

6 jam lalu

Isu Reshuffle Rabu Pon 1 Februari, Jokowi Justru Akan ke Bali

Seskab Pramono Anung menyebut Presiden Jokowi ke Bali pada Rabu sore lusa. Padahal itu Rabu Pon, yang disebut-sebut Jokowi bakal umumkan reshuffle.


5 Hal Menarik Setelah Kaesang Pangarep Menyampaikan Ingin Terjun dalam Politik

6 jam lalu

5 Hal Menarik Setelah Kaesang Pangarep Menyampaikan Ingin Terjun dalam Politik

Pernyataan Kaesang terjung dalam politik dianggap juga mengejutkan keluarga besar Jokowi


Johnny Plate Soal Pertemuan Jokowi - Surya Paloh: Untuk Kepentingan Pembangunan

7 jam lalu

Johnny Plate Soal Pertemuan Jokowi - Surya Paloh: Untuk Kepentingan Pembangunan

Politikus NasDem Johnny Plate menyebut pertemuan Jokowi - Surya Paloh berlangsung baik untuk pembangunan nasional.


Ini Fungsi Sodetan Ciliwung bagi Masyarakat DKI Jakarta

8 jam lalu

Ini Fungsi Sodetan Ciliwung bagi Masyarakat DKI Jakarta

Fungsi Sodetan Ciliwung untuk mengurangi debit air sebesar 60 kubik per detik ke Kanal Banjir Timur karena tak mampu menampung debit air


Di Tengah Isu Reshuffle, PPP Berharap Dapat Tambahan Kursi Menteri

9 jam lalu

Di Tengah Isu Reshuffle, PPP Berharap Dapat Tambahan Kursi Menteri

PPP sudah punya dua kursi di kabinet Jokowi. Satu menteri yaitu Suharso Monoarfa dan seorang wakil menteri yaitu Zainut Tauhid.