Ketua DPD Menilai Palangkaraya Layak Jadi Ibu Kota Negara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Oesman Sapta Odang menggelar open house pada hari kedua Lebaran di rumahnya di Jalan Karang Asem Utara, Jakarta, 26 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    Ketua DPD Oesman Sapta Odang menggelar open house pada hari kedua Lebaran di rumahnya di Jalan Karang Asem Utara, Jakarta, 26 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.COPadang - Ketua Dewan Pimpinan Daerah RI Oesman Sapta Odang sepakat dengan wacana pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta. Oesman menilai Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tepat dijadikan ibu kota negara.

    "Baguslah. Saya orang Kalimantan, ya cocok-lah di Kalimantan. (Palangkaraya) Tanahnya masih luas," ujarnya setelah menghadiri pernikahan putri Rektor Universitas Negeri Padang di Kota Padang, Jumat, 7 Juli 2017.

    Baca: Penyebab Partai Demokrat Minta Pemindahan Ibu Kota Negara Ditunda 

    Ia mengatakan pemindahan ibu kota negara tidak akan memberatkan keuangan negara. Malah akan mempercepat pembangunan fasilitas kemasyarakatan.

    Pemindahan ini, kata dia, juga akan berpengaruh terhadap dunia usaha. "Enggak akan memberatkan APBN. APBN tidak akan tersedot," ujarnya.

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku telah membahas perencanaan detail pemindahan ibu kota, termasuk mengenai skema pendanaan, yang direncanakan rampung tahun ini. Sehingga pada 2018 atau 2019 sudah mulai ada kegiatan terkait dengan pemindahan pusat administrasi pemerintahan.

    Simak juga: Gubernur Ini Anggap Makassar Lebih Layak Jadi Ibu Kota Negara

    Ada tiga provinsi yang menjadi alternatif ibu kota yang baru menggantikan DKI Jakarta. Tiga provinsi itu adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

    Artinya, pemindahan ibu kota ke Palangkaraya belum final. “Belum pasti di Palangkaraya," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kamis, 6 Juli 2017.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.